Makanan olahan Indonesia paling diminati

Transaksi di TEI mencapai Rp127 triliun, lima kali lipat dari jumlah transaksi tahun lalu

Makanan olahan Indonesia paling diminati

JAKARTA

Transaksi perdagangan di Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 didominasi oleh komoditas makanan olahan yang mencapai USD434,51 juta, melebihi produk kimia USD143,36 juta, minyak sawit US$132,5 juta, ujar Menteri Perdagangan, Jumat.

Enggartiasto Lukita mengatakan total transaksi mencapai saat TEI 2018 pada 24-28 Oktober lalu mencapai US$8,49 miliar atau setara Rp127,33 triliun.

“Ini naik lima kali lipat dari transaksi TEI 2017 lalu yang mencapai USD1,27 miliar. Lonjakannya sangat tinggi,” ujar Menteri Enggar, di kantornya.

Menurut Menteri Enggar, hasil transaksi ini membuat target pameran produk Indonesia tersebut akan dinaikkan pada penyelenggaraan tahun depan.

Transaksi investasi menjadi penyumbang terbesar, yakni mencapai USD 5,55 miliar, diikuti transaksi barang mencapai USD1,456 miliar, transaksi jasa USD1,31 miliar, serta transaksi pariwisata sebesar USD170,5 juta.

Negara yang mencatatkan transaksi paling banyak adalah Arab Saudi senilai USD417,19, kemudian Jepang USD142,75 juta, Inggris USD118,45 juta, India USD98,39 juta dan Mesir USD80,46 juta.

Jumlah pengunjung juga naik, pada 2017 hanya sebanyak 27.711 orang dari 117 negara. Pada 2018 naik 16,9 persen dengan pengunjung total sebanyak 33.333 orang.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA