KNKT minta Boeing buat rekomendasi soal masalah Boeing 737 MAX 8

Boeing akan merilis prosedur baru dalam waktu dekat

KNKT minta Boeing buat rekomendasi soal masalah Boeing 737 MAX 8

JAKARTA

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengaku telah meminta Boeing untuk merekomendasikan kepada maskapai penerbangan di seluruh dunia mengenai kemungkinan adanya masalah pada pesawat Boieng 737 MAX 8 menyusul jatuhnya pesawat Lion Air PK LQP tujuan Jakarta - Pangkalpinang

Menurut Ketua KNKT Soejanto Tjahjono, dari temuan FDR dari pesawat Lion Air PK LQP yang jatuh tersebut menunjukkan kerusakan pada kecepatan (Air Speed Indicator) pada empat penerbangan terakhir.

Pada penerbangan terakhir atau ketiga yakni tujuan Bali - Jakarta, tercatat adanya perbedaan Angle of Attack (AOA) indicator.

AOA kata Sorjanto, merupakan indikator yang menunjukkan sikap (atittude) pesawat terhadap aliran udara.

"Perbedaan AOA ini juga sangat berkaitan dengan kerusakan pada penunjukan kecepatan," dia menambahkan, Rabu.

Berdasarkan temuan KNKT, Soerjanto mengatakan sensor AOA yang rusak itu telah diganti di Bali pada 28 Oktober 2018 setelah pilot melaporkan adanya kerusakan penunjukan kecepatan.

Namun, Pada Penerbangan dari Bali ke Jakarta masih ditemukan adanya masalah yakni perbedaan penunjukan AOA indikator di cockpit pesawat sebelah kiri atau posisi tempat duduk pilot dengan sebelah kanan atau posisi tempat duduk co-pilot.

"Perbedaan AOA sebelah kiri berbeda 20 derajat dibandingkan yang kanan," kata Soerjanto

Soerjanto mengatakan meski mengalami perbedaan dalam indikator itu pilot tetap berhasil mendaratkan pesawatnya di Jakarta.

"Dengan keberhasilan pilot menerbangkan pesawat yang mengalami kerusakan ini menjadi dasar KNKT memberikan rekomendasi kepada Boeing untuk disampaikan kepada airline di seluruh dunia jika menghadapi situasi yang sama," jelas Soerjanto.

Menurut Kepala Sub Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT Nurcahyo dalam waktu dekat Boeing akan merilis prosedur baru mengenai temuan tersebut.

KNKT pun akan membawa sensor AOA yang telah diganti di Bali tersebut ke pabrik pembuatnya di Chicago, Amerika Serikat.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA