Kementerian PUPR terima Rp19 Miliar untuk Palu dari ILUNI UI

Donasi dari ILUNI UI tersebut untuk pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi korban bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sulawesi Tengah

Kementerian PUPR terima Rp19 Miliar untuk Palu dari ILUNI UI

JAKARTA

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerima donasi sebesar Rp19 miliar dari ILUNI UI untuk pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi korban bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Palu, Sulawesi Tengah.

Donasi tersebut merupakan hasil dari acara Gala Dana yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI).

Penyerahan donasi disertai penandatanganan kesepakatan pemanfaatan dana oleh kedua pihak di Gedung Cipta Karya Kementerian PUPR, Jakarta.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya, Minggu, menargetkan pembangunan sebanyak 1.200 Huntara yang tersebar di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala.

“Huntara digunakan sebagai transit pengungsi dari tenda sampai dengan hunian tetap dan relokasi permukiman selesai,” kata Menteri Basuki.

Sementara itu, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga mengatakan huntara dibangun dengan model knockdown berukuran 12 x 26,4 meter persegi, dibagi menjadi 12 bilik dengan setiap biliknya dihuni oleh satu keluarga.

Bangunan dilengkapi 4 toilet, 4 kamar mandi, septik tank, tempat mencuci, dan dapur dengan dilengkapi listrik 450 watt untuk setiap bilik.

Kementerian PUPR menargetkan pada pertengahan Desember pengungsi sudah bisa menempati Huntara.

“Ini merupakan proses yang paling nyata setelah masa tanggap darurat sesuai arahan Menteri Basuki untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelas Danis.

Dia menambahkan dengan penandatangan kerjasama dengan ILUNI UI, maka pembangunan Huntara akan dikerjakan sesuai SOP sehingga memperkuat hasil yang dicapai dan lebih transparan.

Selain itu, dia menambahkan konstruksinya akan mengikuti standar dan spesifikasi Huntara yang dibuat oleh Kementerian PUPR.

Dana Rp19 miliar tersebut menurut Danis, nantinya akan digunakan untuk pembangunan sebanyak 34 unit Huntara yang akan dibangun di Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi berada di Desa Pakuli Utara, Desa Pakuli, Desa Pandere, dan Desa Kalawara.

“Diharapkan pelaksanaan pembanguan Huntara ini dapat segera berjalan dan cepat selesai, serta mengikuti kaidah yang sudah ditentukan sebaik-baiknya,” imbuh dia.

Pembangunan tersebut tambah Danis, akan menjadi pertanggungjawaban kepada donatur agar dapat dilaksanakan secara baik dan benar.

Dari 1.200 unit yang dibangun oleh Kementerian PUPR, Danis menjelaskan saat ini sudah dalam proses penyelesaian akhir sebanyak 116 unit untuk secara bertahap dapat dihuni mulai pertengahan Desember 2018.

Untuk lokasi pembangunan huntara yang sudah terverifikasi jelas dia, tersebar di 48 titik, yakni di Donggala 9 lokasi, Palu 21 lokasi, dan Sigi 18 lokasi.

Dari jumlah tersebut sebanyak 506 rencana Huntara sudah terukur untuk penentuan tata letaknya (layout) dan sebanyak 116 unit dalam proses penyelesaian dengan progres fisik sebesar 19,27 persen.

Danis menguraikan pembangunan Huntara dilakukan dengan sistem cluster pada lima zona dengan mempertimbangkan faktor ketersediaan lahan dan keamanan lokasi dari dampak gempa.

Setiap kluster terdiri atas 10 unit huntara (120 bilik) yang tahan gempa, akan dibangun satu buah sekolah PAUD dan sebuah SD, tempat sampah, ruang terbuka untuk kegiatan warga, serta tempat parkir sepeda motor.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA