Joko Widodo serukan kolaborasi dunia tangani persoalan laut

Lebih dari 90 persen volume perdagangan dunia dilakukan melalui laut

Joko Widodo serukan kolaborasi dunia tangani persoalan laut

JAKARTA

Presiden RI Joko Widodo menyerukan perlu adanya kerja sama dan kolaborasi dunia untuk menangani persoalan laut.

Dalam pembukaan Konferensi Kelautan Internasional Our Ocean Conference (OOC) 2018, Jokowi -- sapaan Presiden -- menekankan pentingnya laut bagi kehidupan dan masa depan umat manusia.

“Kita membutuhkan kerja sama multi-stakeholder, kita membutuhkan kerja sama global,” tegas Jokowi, Senin, di Bali.

Jokowi juga mengatakan bahwa lebih dari 90 persen volume perdagangan dunia dilakukan melalui laut.

Begitu pula, lanjut presiden, 61 persen hasil produksi minyak mentah dunia didistribusikan lewat laut.

Hampir setengah penduduk dunia, tambah dia, atau 3,2 miliar manusia hidup dalam radius 100 km dari lautan.

Sayangnya, kata Jokowi, kejahatan di laut semakin marak. Terdapat 26 juta ton ikan senilai USD 10-23 miliar diambil secara ilegal setiap tahunnya. Selain itu, juga ada perompakan, perdagangan manusia, penyelundupan obat-obatan dan perbudakan.

Terlebih, kata Jokowi, kesehatan laut saat ini sangat memprihatinkan dengan banyaknya sampah plastik polusi air, terumbu karang rusak dan naiknya permukaan air laut.

Oleh karena itu, ujar dia lagi, Indonesia berupaya meningkatkan konektivitas lewat tol laut dan mengurangi polusi sampah plastik di laut dengan target 70 persen pada 2025.

Indonesia, menurut Jokowi, menciptakan kawasan konservasi perairan seluas 20 juta hektare tahun ini, lebih cepat ketimbang target 2020.

Indonesia, lanjut dia, berupaya memajukan kerja sama maritim bersama forum-forum internasional seperti ASEAN, IORA, Forum Pasifik Selatan dan PBB.

“Indonesia juga tengah mengembangkan kerja sama Indo-Pasifik bersama negara-negara ASEAN lainnya,” ujar presiden.

OOC 2018 digelar di Bali, 29-30 Oktober 2018. Ajang dunia ini dihadiri oleh 1.900 perwakilan dari 70 negara dan pemimpin dunia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA