Indonesia, Turki petakan peluang bisnis bersama di nusantara

Ada beberapa bidang potensial untuk digarap bersama, ujar Kadin, yaitu infrastruktur, energi, makanan dan agribisnis, serta pertahanan

Indonesia, Turki petakan peluang bisnis bersama di nusantara

JAKARTA

Indonesia dan Turki tengah memetakan peluang bisnis bersama di nusantara.

Organisasi pengusaha kedua negara membentuk kelompok kerja pada Senin untuk memetakan isu-isu penting, peluang sekaligus tantangannya.

“Ini peluang baik untuk bergerak bersama,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani, Senin, saat organisasi pengusaha Turki ke kantor Kadin Indonesia di Jakarta.

Shinta mengatakan sejumlah bidang potensial untuk digarap bersama, yaitu infrastruktur, energi, makanan dan agribisnis, serta pertahanan.

Ketua Bisnis Konsil Turki-Indonesia Ilhan Erdal mengatakan bahwa tawaran Shinta soal pembentukan kelompok kerja bersama merupakan ide brilian.

Kedua negara, lanjut Erdal, sebaiknya fokus untuk membahas isu secara spesifik.

Salah satu kerja sama ekonomi kedua negara yang dinilai berhasil adalah pembangunan prototipe medium tank antara PT Pindad dengan perusahaan pertahanan Turki FNSS.

“Ini proyek besar dengan nilai uang besar dan jumlah pekerja banyak,” kata Mantan Duta Besar Turki untuk Indonesia sekaligus perwakilan perusahaan pembangkit listrik Karadeniz Holding Sander Gurbuz

Catatan Kadin, nilai perdagangan kedua negara sebesar USD1,335 miliar pada 2016, USD1,703 miliar pada 2017 dan menjadi USD1,626 miliar sepanjang Januari-November 2018.

Nilai ekspor Turki ke Indonesia sebesar USD311,154 juta pada 2016, USD534,066 juta pada 2017 dan USD518,771 juta sepanjang Januari-November 2018.

Sedang impor dari Indonesia ke Turki sebesar USD 1,024 miliar pada 2016, USD1,169 pada 2017 dan USD1,107 miliar sepanjang Januari-November 2018.

Kunjungan ke kantor Kadin Indonesia itu dilakukan oleh sejumlah pengusaha dan asosiasi pengusaha Turki. Di antaranya adalah Turki Foreign Economic Relations Board (DEIK), Bisnis Konsil Turki-Indonesia, perusahaan pembangkit listrik Karadeniz Holding, dan perwakilan perusahaan alutsista Turki FNSS.

Dari Kadin Indonesia, selain Rosan, juga hadir Wakil Ketua Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani, perwakilan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), Krakatau Steel dan Sintesa Group.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA