Indonesia serap Rp8,6 triliun dari lelang SBSN

Lelang SBSN bertujuan untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Indonesia serap Rp8,6 triliun dari lelang SBSN

JAKARTA

Indonesia berhasil menyerap dana sebesar Rp8,6 triliun yang berasal dari lelang lima seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menyebut total penawaran yang masuk dalam lelang tersebut sebesar Rp17,81 triliun. Dari jumlah penawaran tersebut, dana yang berhasil diserap memenuhi target indikatif Rp8 triliun.

Penawaran SBSN tersebut berlangsung pada Selasa, 8 Januari dan menjadi lelang perdana untuk sukuk negara pada 2019. Lelang SBSN dalam keterangan tersebut, bertujuan untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam keterangan tersebut merinci jumlah yang dimenangkan untuk seri SPNS09072019 mencapai Rp1 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,44156 persen dan imbalan secara diskonto.

“Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 9 Juli 2019 tersebut sebesar Rp8,201 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 6,25 persen dan tertinggi 7,5 persen,” jelas keterangan tersebut, Kamis.

Kemudian untuk SBSN seri PBS014 memenangkan dana lelang sebesar Rp1,8 triliun dari penawaran yang masuk mencapai Rp3,74 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,84523 persen dan tingkat imbalan 6,5 persen.

“Seri SBSN ini jatuh tempo pada 15 Mei 2021,” bunyi keterangan resmi tersebut.

Selanjutnya untuk seri PBS019, jumlah yang dimenangkan mencapai Rp4,45 triliun dari total penawaran yang masuk Rp5,08 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,94089 persen dan tingkat imbalan 8,25 persen. SBSN ini akan jatuh tempo pada 15 September 2023.

Pada lelang seri PBS021, jumlah yang berhasil dimenangkan mencapai Rp0,405 triliun dari total penawaran Rp0,46 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,34943 persen dan tingkat imbalan 8,5 persen. Jatuh tempo SBSN seri ini adalah pada 15 November 2026 mendatang.

Dalam keterangan tersebut, Kementerian Keuangan menyebut pemerintah tidak memenangkan lelang untuk seri PBS022, meskipun terdapat penawaran yang masuk sejumlah Rp0,3 triliun karena lelang SBSN sudah memenuhi target indikatif.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA