Indonesia selenggarakan AIFED kedelapan bahas penguatan ekonomi

Tema yang dibahas dalam AIFED adalah tentang ‘Pembangunan untuk masa depan: Memperkuat transformasi ekonomi dalam menghadapi evolusi global ke depan’

Indonesia selenggarakan AIFED kedelapan bahas penguatan ekonomi

JAKARTA

Indonesia menyelenggarakan pertemuan kedelapan Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED) Kamis hingga Jumat di Bali.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa tema AIFED adalah tentang ‘Pembangunan untuk masa depan: Memperkuat transformasi ekonomi dalam menghadapi evolusi global ke depan’.

Penyelenggaraan AIFED, jelas Menteri Sri, bertujuan untuk mendapatkan gambaran komprehensif mengenai transformasi ekonomi Indonesia dalam konteks perubahan lanskap global, serta upaya kebijakan yang diperlukan untuk menyongsong Indonesia maju.

Forum AIFED, lanjut dia, juga merupakan sarana bagi para pembuat kebijakan untuk berkolaborasi dengan para akademisi, pelaku usaha, dan institusi internasional untuk mengidentifikasi tantangan yang akan dihadapi.

“Event ini juga untuk menyiapkan strategi kebijakan yang mampu memanfaatkan potensi profil demografi dan kemajuan teknologi guna mewujudkan visi transformasi ekonomi Indonesia menjadi negara maju,” jelas Menteri Sri dalam keterangan resmi, Kamis.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Sri menyampaikan pandangannya tentang potensi dan tantangan transformasi struktural ekonomi global serta implikasinya terhadap proses transformasi ekonomi Indonesia.

“Faktor melimpahnya sumber daya manusia produktif dan meningkatnya kemajuan teknologi harus dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk memacu produktivitas,” ujar dia.

Menteri Sri menambahkan kedua faktor tersebut dapat mendukung transformasi ekonomi mengarah pada status negara maju.

“Untuk mencapai hal tersebut, peningkatan investasi pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (human capital) akan terus menjadi prioritas,” imbuh dia.

Pada kesempatan kali ini, pembicara kunci pada pertemuan AIFED kedelapan antara lain Prof. Robert Lawrence dari Harvard Kenedy School of Government.

AIFED kali ini juga menghadirkan tiga pengusaha muda Indonesia sebagai young influencer untuk berbagi pengalaman dalam pengembangan usaha di bidangnya masing-masing serta menuangkan gagasan untuk kemajuan ekonomi Indonesia di masa depan.

Pertemuan tahunan AIFED pertama kali diselenggarakan pada tahun 2011 lalu.

Pertemuan tersebut merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan atas kerja sama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan Asian Development Bank dan Pemerintah Australia (melalui Program Kemitraan Indonesia Australia untuk Perekonomian/PROSPERA).

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA