Indonesia pimpin ambisi gunakan ‘blended financial’ untuk SDGs

Forum Tri Hita Karana akan memobilisasi hingga USD10 miliar untuk proyek-proyek pembangunan berkelanjutan

Indonesia pimpin ambisi gunakan ‘blended financial’ untuk SDGs

BALI

Konferensi dua-hari Forum Tri Hita Karana (THK Forum) untuk Pembangunan Berkelanjutan yang digelar di sela-sela Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (AM IMF-WB) 2018 diprediksi akan mengumpulkan dana hingga USD10 miliar untuk Indonesia.

Seluruh dana tersebut dipakai untuk lebih dari 30 proyek, investasi dan inisiatif yang berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) milik PBB, yang bertujuan untuk mengakhiri kemiskinan, melawan perubahan iklim dan melindungi Bumi.

“Miliaran dolar ini dipakai untuk sektor-sektor prioritas di Indonesia, termasuk infrastruktir hijau, penggunaan lahan berkelanjutan, penyelamatan laut, eco-turisme, kesehatan, inovasi dan pemberdayaan wanita,” kata Menteri Koordinasi Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan pada konferensi hari pertama di Nusa Dua, Bali, Rabu.

Menteri Luhut membuka THK Forum bersama-sama dengan beberapa partner penting seperti CEO Unilever Paul Polman dan CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva.

THK Forum menjadi platform pertama dan terbesar yang menggunakan sistem ‘blended finance’, yakni skema pendanaan campuran antara pemerintah dengan swasta. Indonesia sebagai pemrakarsa forum menunjukkan kepemimpinannya bagi banyak negara.

“Pertumbuhan inklusif Indonesia sangat berkualitas, mulai dari infrastruktur rendah karbon, penggunaan lahan berkelanjutan, eco-turisme, yang akan menginspirasi banyak negara di dunia untuk memiliki ambisi dan tindakan yang sama,” kata Jeremy Oppenheim, Kepala Satgas Blenden Finance Global.

Besok, Presiden Joko Widodo yang menjadi pendukung utama THK Forum akan hadir dalam konferensi hari kedua dan meresmikan peluncuran beberapa proyek besar dari forum.

Tanggal Diperbarui: 11 Ekim 2018, 11:50
TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA