Indonesia perpanjang masa evakuasi gempa-tsunami Sulawesi Tengah

Pemerintah juga memperpanjang masa penanganan darurat hingga 26 Oktober 2018

Indonesia perpanjang masa evakuasi gempa-tsunami Sulawesi Tengah

JAKARTA

Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah memperpanjang masa evakuasi korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah selama satu hari.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan proses evakuasi yang seharusnya berakhir hari ini tetap dilanjutkan hingga Jumat sore.

“Ini sesuai permintaan masyarakat, agar tim evakuasi gabungan memperpanjang masa evakuasi,” ujar Sutopo, Kamis, di Jakarta.

Jumat sore, menurut Sutopo, Basarnas akan menyerahkan tanggung jawab itu kepada Basarnas Kota Palu.

Jika ada relawan atau masyarakat melaporkan penemuan korban tewas, kata Sutopo, Basarnas Kota Palu akan tetap menindaklanjuti.

Meski begitu, ujar Sutopo, pemerintah tidak mengimbau masyarakat mengevakuasi korban, karena kondisi jenazah sudah rusak dan berpotensi menimbulkan penyakit.

Selain itu, ungkap Sutopo, Gubernur Sulawesi Tengah memperpanjang masa penanganan darurat hingga 26 Oktober 2018.

Pertimbangannya, lanjut Sutopo, masih banyak masalah yang harus diselesaikan di lapangan. Seperti pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, perbaikan sarana dan prasarana, pembangunan hunian sementara, penanganan medis, perlindungnan sosial dan pembersihan puing bangunan.

“Perlu kemudahan akses, agar penanganan lebih cepat,” kata Sutopo.

Gempa bumi berkekuatan M 7,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada Jumat 28 September 2018, disusul tsunami setinggi 2,2-11 meter dengan jangkauan hingga 500 meter.

BNPB mencatat hingga hari ini terdapat 2.073 orang tewas, 10.679 orang terluka, dan 87.725 orang mengungsi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA