Indonesia: Penting kerja sama antar negara potong dana terorisme

Teknologi penyaluran dana terorisme saat ini semakin canggih

 Indonesia: Penting kerja sama antar negara potong dana terorisme

JAKARTA

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menegaskan pentingnya kerja sama antar negara untuk memotong aliran dana yang mengalir kepada para pelaku terorisme di seluruh dunia.

Apalagi, kata Wiranto, saat ini teknologi penyaluran dana semakin canggih sehingga dibutuhkan tukar menukar pengalaman untuk bisa memotong aliran dana terorisme tersebut.

“Kegiatan terorisme pasti membutuhkan dana, tanpa dana terorisme tidak bisa bergerak atau beraksi. Oleh karena itu, sangat penting kita melanjutkan upaya kita untuk bagaimana kita memotong aliran dana yang mengalir kepada pelaku-pelaku terorisme di seluruh dunia,” ujar Menko Polhukam dalam konferensi pers usai pertemuan The 4th Annual Counter Terrorism Financing Summit 2018 di Bangkok, Thailand pada Rabu.

Menko Polhukam menilai bahwa inisiatif Counter Terrorism Financing Summit cukup berhasil.

Setelah empat tahun kerja sama, upaya CTF telah berkembang menjadi mekanisme kerja sama dan kolaborasi yang sangat efektif.

Ini telah memberikan hasil nyata seperti pengurangan yang signifikan dari serangan teroris di seluruh wilayah kami, khususnya di Asia Tenggara,” kata dia.

Tema KTT CTF tahun ini adalah “Regional Synergies for Regional Solutions”.

Sinergi yang menyegarkan ini diharapkan dapat menciptakan pertukaran intelijen yang berkelanjutan sehingga lebih efektif terhadap kejahatan transnasional di kawasan dan sekitarnya.

Hadir dalam KTT CTF Summit tersebut Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton, DPM Thailand Dr Wissanu Krea Ngam, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA