Indonesia larang WNA langsung tangani bencana di Sulawesi Tengah

Kecuali jika telah memiliki mitra lokal dan telah mengajukan permohonan tertulis ke Kementerian Luar Negeri

Indonesia larang WNA langsung tangani bencana di Sulawesi Tengah

JAKARTA

Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah melarang relawan asing terlibat langsung dalam penanganan bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan relawan asing yang turut serta dalam penanganan bencana harus lewat mitra lokal.

“Ormas asing yang sudah terlanjur menurunkan timnya ke daerah bencana tanpa mitra lokal harus segera menarik anggotanya,” ujar Sutopo, Kamis, di Jakarta.

Sutopo menuturkan pada 7 Oktober 2018 lalu, terdapat delapan orang warga negara China dari Lembaga Swadaya Masyarakat negeri ginseng itu yang datang ke Makassar dan akan ke Palu tanpa membawa dokumen.

Mereka, ujar Sutopo, mengaku memperoleh undangan tertulis dari Bupati Sigi namun ternyata undangan tersebut palsu.

Petugas setempat, lanjut Sutopo, sudah memperingatkan agar WNA tersebut tidak pergi ke Palu, namun tiga orang di antaranya tetap berangkat menggunakan jalur darat.

Kementerian Luar Negeri, tambah Sutopo, sudah berkoordinasi dengan BAIS, pihak imigrasi dan BNPB. Pemerintah memberi mereka batas tinggal hingga 8 Oktober 2018.

Selain itu, kata Sutopo, pemerintah telah menolak lima dari 14 warga negara Nepal, delapan orang Meksiko, dan satu warga Australia karena dokumennya tidak memenuhi syarat.

Pemerintah telah menerbangkan WNA tersebut ke Balikpapan untuk mengurusi berkas keimigrasian.

Sutopo menjelaskan, WNA yang terlibat menangani gempa Sulawesi Tengah harus memiliki mitra organisasi lokal, telah mengajukan permohonan tertulis ke Kementerian Luar Negeri atau lewat Kedutaan Besar masing-masing, dan jika akan memberikan bantuan sesuai dengan yang dibutuhkan.

Bantuan yang dibutuhkan tersebut berupa transportasi udara, genset, tenda dan alat penjernih air.

Gempa bumi berkekuatan M 7,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada Jumat 28 September 2018, disusul tsunami setinggi 2,2-11 meter dengan jangkauan hingga 500 meter.

BNPB mencatat hingga hari ini terdapat 2.073 orang tewas, 10.679 orang terluka, dan 87.725 orang mengungsi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA