Indonesia kecam Israel akhiri misi pengamat internasional di Tepi Barat

Indonesia, Kuwait dan didukung anggota PBB lainnya telah mendorong pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB untuk bahas tindakan unilateral Israel

Indonesia kecam Israel akhiri misi pengamat internasional di Tepi Barat

JAKARTA

Indonesia pada Kamis mengecam keputusan sepihak Israel untuk menutup dan mengakhiri mandat misi pengamat sipil internasional “Temporary International Presence in Hebron” (TIPH) di wilayah pendudukan Israel di Hebron, Tepi Barat.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri, Indonesia menganggap sangat penting mempertahankan mandat TIPH untuk menjaga situasi yang rawan dan mencegah meningkatnya kekerasan di kawasan tersebut.

Menurut pernyataan tersebut, Indonesia, Kuwait dan didukung anggota PBB lainnya telah mendorong pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB untuk bahas tindakan unilateral Israel.

“Upaya Israel ini semakin memperburuk upaya menuju perdamaian dan terwujudnya two-state solution,” kata pernyataan tersebut.

Indonesia meminta para pihak bertindak sesuai hukum internasional dan perjanjian yang ada, serta menahan diri dari tindakan provokatif.

Indonesia juga menegaskan kewajiban Israel untuk melindungi penduduk Palestina di Hebron, dan di seluruh wilayah Palestina di bawah pendudukannya, sebagaimana ketentuan hukum internasional.

Pernyataan itu juga menekankan apresiasi Indonesia kepada negara-negara kontributor TIPH serta para pengamat TIPH yang telah melaksanakan tugasnya selama 22 tahun terakhir, termasuk mereka yang telah gugur dalam melaksanakan tugas.

TIPH terbentuk di tahun 1994 berdasarkan perjanjian antara Israel dan Palestina, dan sebagaimana dimandatkan oleh Resolusi DK PBB 904.

Sejak terbentuknya misi ini, TIPH telah menjadi mekanisme yang sangat penting untuk memastikan perlindungan bagi penduduk sipil Palestina di Hebron, terutama terhadap pelanggaran hukum humaniter dan HAM internasional.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA