Indonesia ajak ASEAN dan Uni Eropa tingkatkan kontribusi untuk Palestina

Menurut Indonesia, kemitraan ASEAN-UE sangat penting dalam menyikapi situasi global saat ini

Indonesia ajak ASEAN dan Uni Eropa tingkatkan kontribusi untuk Palestina

JAKARTA

Indonesia kembali mengajak ASEAN dan Uni Eropa untuk meningkatkan kontribusi dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN dan Uni Eropa (UE) ke-22 di Brussels pada Senin, Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir mengatakan solusi dua negara dan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina adalah dua isu paling krusial dimana ASEAN dan UE harus terus bekerja sama.

“Perbedaan politik masyarakat internasional tidak boleh menyurutkan komitmen terhadap isu kemanusiaan yang dihadapi rakyat Palestina” ujar Fachir

Menurut Fachir, Kemitraan ASEAN-UE sangat penting dalam menyikapi situasi global saat ini.

Maraknya kebijakan “inward-looking” yang didasari kepentingan domestik jangka pendek mengharuskan ASEAN-UE memperkokoh kerja sama demi kepentingan rakyat kedua negara dan dunia jelas Fachir.

Dia juga menekankan pentingnya Kemitraan ASEAN-UE yang harus didasarkan pada sikap saling percaya dan saling menghormati nilai dan kepentingan masing-masing.

"Sikap saling percaya dan menghargai tersebut dapat diterjemahkan dalam kebijakan-kebijakan yang memajukan kepentingan bersama ASEAN dan UE termasuk menghentikan kebijakan diskriminatif terhadap sawit yang menjadi kepentingan masyarakat ASEAN khususnya Indonesia," kata Fachir.

Dalam isu perdamaian, sebagai dua kawasan yang berhasil menjaga perdamaian dan stabilitas, ASEAN dan UE diharapkan dapat menginspirasi kawasan-kawasan lain untuk terus kedepankan budaya dialog dan penyelesaian konflik secara damai.

Selain itu, ASEAN dan UE juga perlu memperkuat kerja sama dalam menghadapi tantangan bersama lintas negara seperti terorisme, radikalisme, dan migrasi ireguler.

Dalam bidang ekonomi, Indonesia mengajak ASEAN dan UE untuk memperkuat kerja sama ekonomi serta melawan kecenderungan proteksionisme.

Pertemuan tingkat menteri dihadiri oleh para menteri luar negeri atau yang mewakili dari 10 negara anggota ASEAN, 28 negara angggota Uni Eropa serta Sekjen ASEAN.

Pertemuan dipimpin bersama oleh Menlu Singapura Vivian Balakrishnan serta Komisioner UE untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Federica Mogherini.

Pertemuan membahas berbagai isu kawasan dan global serta melakuan evaluasi terhadap kemitraan ASEAN dan Uni Eropa yang tahun ini berusia 42 tahun.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA