Dua wilayah terdampak tsunami Selat Sunda belum tersentuh

17 orang tim peneliti Undip yang saat tsunami berada di pulau sekitar Anak Gunung Krakatau berhasil diselamatkan

Dua wilayah terdampak tsunami Selat Sunda belum tersentuh

JAKARTA

Petugas dan relawan yang menangani tsunami Selat Sunda belum bisa menembus Desa Sumur, Pandeglang dan satu wilayah di Ujung Kulon, Banten yang terdampak bencana karena medan sangat sulit, ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, di Jakarta, Senin.

Di daerah tersebut, kata Dedi kemungkinan masih banyak korban jiwa yang belum terevakuasi.

“Ada dua daerah terpencil. Nanti Brimob (pasukan elit polisi) yang memiliki kemampuan SAR dan dua kendaraan lengkap akan menerobos daerah itu. ” ujar Dedi, di kantornya.

Jalan menuju wilayah tersebut, kata Dedi tertutup pohon-pohon tumbang dan sampah lain. Karena itu, petugas terlebih dahulu harus membersihkannya.

Petugas tidak menemui kesulitan dalam proses evakuasi di Serang, Cilegon dan Pandeglang, mereka bisa menembus wilayah tersebut dan segera melakukan operasi.

Tim evakuasi juga sudah bisa menembus Lampung Selatan.

“Sepanjang garis Pantai Carita dan Anyer sampai dengan Karang Bolong dilakukan evakuasi. Memang paling banyak korban di hotel-hotel itu yang kita temukan.”

“Kebanyakan wisatawan, baik yang meninggal dunia dan luka.”

Saat ini, polisi sudah mengirimkan tim Disaster Victim Identification (DVI) ke Banten dan Lampung. Total korban baik meninggal maupun luka-luka sebanyak 1.120 orang dan 69 dinyatakan hilang.

Polisi menyisir perairan dengan mengerahkan lima unit kapal dan menemukan 29 orang luka-luka baik di Banten maupun di Lampung.

Polisi juga berhasil menyelamatkan 17 orang tim peneliti Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang saat bencana berada di tengah laut dan pulau sekitar Anak Gunung Krakatau.

“Satu orang luka berat, lainnya luka ringan. Semua berhasil dievakuasi,” ujar dia.

“Terpenting identifikasi korban meninggal. Harus cepat proses, dalam rangka mengetahui siapa jenazah itu ya.”

Menurut Dedi, fasilitas umum lokasi bencana masih berfungsi dengan baik, seperti komunikasi dan transportasi. Hal ini mempermudah koordinasi dan distribusi bantuan dari daerah lain langsung ke lokasi bencana.

Hingga saat ini, ada 19 titik pengungsian di Pandeglang yang dihuni 8.0009 orang. Sementara di Cilegon ada pada dua kantor kecamatan yaitu Pabuaran sebanyak 512 pengungsi dan Kecamatan Mancap sebanyak 150 pengungsi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA