Buruh Indonesia minta pemerintah dukung Nicolas Maduro

Sejak pemerintahan Hugo Chavez hingga kini, Venezuela dinilai konsisten menentang kebijakan neo-liberal yang memiskinkan rakyat

Buruh Indonesia minta pemerintah dukung Nicolas Maduro

JAKARTA

Gabungan organisasi buruh mendesak pemerintah Indonesia mendukung pemerintahan Venezuela yang sah dan dipimpin Presiden Nicolas Maduro.

Juru Bicara Gerakan Buruh untuk Rakyat (Gebrak) Sunarno mengatakan upaya kudeta dengan dukungan dari Amerika Serikat merupakan campur tangan terhadap kedaulatan Venezuela.

"Sejak pemerintahan Hugo Chavez hingga kini, Venezuela konsisten menentang kebijakan neo-liberal yang memiskinkan rakyat. Pemerintahan Chavez dan Maduro menggelontorkan anggaran negara untuk mengangkat rakyat dari kemiskinan. Jumlah rakyat miskin turun dari 23 persen pada 1999 menjadi 8,5 persen 14 tahun kemudian," kata Sunarno melalui keterangan resminya, Jumat.

Buruh juga meminta rakyat Indonesia mendukung pemerintahan Nicolas Maduro karena telah membuktikan solidaritasnya kepada Indonesia.

Berdasarkan catatannya, Venezuela memberikan bantuan lebih besar dibandingkan negara-negara Eropa serta Australia pada saat terjadi gempa dan tsunami di wilayah Palu dan Donggala.

"Pemerintah Maduro mengulurkan bantuan sebesar USD10 juta atau Rp140 miliar. Jumlah bantuan itu jauh lebih besar dibanding negara-negara mapan seperti Australia, Jerman atau donasi Uni Eropa sekalipun. Uni Eropa ketika itu memberikan bantuan Eur1,5 juta atau Rp24 miliar pada gempa Palu dan Donggala," tambah dia.

Buruh Indonesia juga mengutuk Amerika Serikat beserta sekutunya karena melakukan tindakan yang tidak menghormati kedaulatan Venezuela.

Venezuela diguncang protes sejak 10 Januari, ketika Presiden Nicolas Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua, menyusul boikot pemilihan oleh oposisi.

Ketegangan meningkat ketika Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden pada 23 Januari.

AS, Kanada dan sejumlah negara Amerika Latin segera mengakui klaim Guaido, sementara Maduro dengan cepat mengecam dan menyerukan Washington untuk menarik para diplomatnya dari Venezuela.

Sejumlah negara Amerika Selatan, Rusia, Turki, China, dan Iran menyatakan solidaritas dengan Maduro. Negara-negara besar di Eropa seperti Inggris, Jerman, Prancis dan Spanyol telah meminta Maduro untuk mengumumkan pemilu ulang guna meredakan krisis.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA