BNPB sebut korban tewas gempa-tsunami Sulawesi Tengah jadi 2.073 orang

Jumlah pengungsi menjadi 87.725 orang, mereka mulai mengeluhkan penyakit, seperti diare dan pernapasan

BNPB sebut korban tewas gempa-tsunami Sulawesi Tengah jadi 2.073 orang

JAKARTA 

Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengatakan korban tewas akibat bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah bertambah menjadi 2.073 orang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan mayoritas korban tewas itu berada di Kota Palu sebanyak 1.663 orang.

“Paling banyak disebabkan tsunami, karena sepanjang Teluk Palu dihantan tsunami dengan ketinggian 2,2-11 meter, dengan jangkauan hingga 500 meter,” ujar Sutopo, Kamis, di Jakarta.

Lainnya, kata Sutopo, berada di Donggala, Sigi dan Parigi Moutong, juga Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Seluruh jenazah korban tewas, ungkap Sutopo, sudah dimakamkan. Sebagian besar dimakamkan di pemakaman keluarga, lainnya dimakamkan secara massal di TPU.

Sutopo mengatakan terdapat 10.679 orang korban terluka. Juga 680 orang korban hilang.

Pengungsi keluhkan diare, pernapasan

BNPB mencatat terdapat 87.725 orang pengungsi hingga hari ini. Sebanyak 78.994 orang di antaranya tersebar di 112 titik pengungsian di Sulawesi Tengah, sedang 8.731 lainnya mengungsi di luar Sulawesi Tengah.

“Meski belum semua titik pengungsi terdata, terutama di Donggala dan Sigi, petugas masih terus memutakhirkan data,” kata Sutopo.

Dua pekan tinggal di pengungsian, ungkap Sutopo, pengungsi mulai mengeluhkan sejumlah penyakit, seperti diare dan pernapasan.

“Makanya pelayanan kepada pengungsi harus dilakukan, penyediaan sanitasi dan air bersih harus ditingkatkan,” menurut Sutopo.

Gubernur Sulawesi Tengah, ujar Sutopo, telah menandatangani tambahan bantuan beras sebanyak 400 ton. Sebanyak 200 ton di antaranya akan dialokasikan ke provinsi, 100 ton ke Palu dan 100 ton lainnya ke Donggala.

Pemerintah juga telah mengevakuasi 18.353 orang dari Palu menuju sejumlah kota lain seperti Makassar, Balikpapan, Jakarta, Manado, Kendari, Surabaya dan Nunukan.

Gempa bumi berkekuatan M 7,4 mengguncang Sulawesi Tengah pada Jumat 28 September 2018, disusul tsunami setinggi 2,2-11 meter dengan jangkauan hingga 500 meter.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA