BNPB ralat jumlah korban tewas tsunami jadi 426 orang

Jumlah korban berkurang dari sebelumnya karena ada yang tercatat dua kali, ujar juru bicara BNPB

BNPB ralat jumlah korban tewas tsunami jadi 426 orang

JAKARTA 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan 426 orang meninggal dunia akibat tsunami Selat Sunda.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan jumlah korban tewas berkurang dari sebelumnya karena ada yang tercatat dua kali.

“Jumlah korban meninggal menurun karena setelah dilakukan kroscek identitas meninggal, ternyata ada yang didata double,” kata Sutopo di Jakarta, Jumat.

Selain itu, BNPB mencatat 7202 orang luka-luka, 23 orang hilang, dan 40.386 orang mengungsi.

Sutopo mengatakan jumlah korban tewas masih bisa bertambah karena penyisiran belum selesai.

Jumlah korban meninggal terbanyak ada di Kabupaten Pandeglang, yakni 288 orang.

Sutopo menjelaskan pantai di kawasan Pandeglang merupakan yang paling banyak terdampak tsunami dibanding empat kabupaten lainnya.

“Di sepanjang pantai ini lah berderet hotel, villa, homestay dan rumah penduduk sehingga korban paling banyak dibanding daerah lain,” jelas dia.

Pemerintah daerah dari sejumlah wilayah yang terdampak tsunami telah menetapkan status tanggap darurat, lanjut Sutopo.

Pemerintah Provinsi Banten menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari dari 27 Desember 2018 hingga 9 Januari 2019, sedangkan Pemerintah Kabupaten Pandeglang menetapkan masa tanggap darurat sejak 22 Desember hingga 4 Januari 2019.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menetapkan masa tanggap darurat dari 23 Desember hingga 29 Desember 2018, lanjut Sutopo.

“Masa tanggap darurat akan dievaluasi besok. Kenyataannya masiha ada korban hilang, pengungsi bertambah. Kemungkinan masa tanggap darurat akan bertambah,” kata dia.

Sutopo mengatakan stok logistik untuk para pengungsi masih mencukupi hingga tujuh hari ke depan.

“Bantuan tetap dikirimkan karena kita enggak tahu sampai kapan mengungsinya,” ujar dia.

Tsunami melanda kawasan Banten dan Lampung Selatan pada Sabtu, 22 Desember 2018 lalu.

Lima kabupaten terdampak, yakni Serang, Pandeglang, Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan tsunami itu terjadi akibat adanya longsoran Gunung Anak Krakatau yang erupsi sejak Juli 2018 lalu.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA