BMKG sebut gempa Filipina tak picu tsunami di Indonesia

Getaran gempa terasa hingga Kepulauan Sangihe dan Talaud, Sawesi Utara

BMKG sebut gempa Filipina tak picu tsunami di Indonesia

JAKARTA 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa berkekuatan M 7,1 pada Sabtu, pukul 11.39 WITA di perairan Filipina tidak menyebabkan tsunami di wilayah Indonesia.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan pusat gempa berada pada kedalaman 69 kilometer di 193 kilometer sebelah timur Kota General Santos atau 201 kilometer timur laut dari Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

“Kepada masyarakat Kepulauan Sangihe dan Talaud diimbau agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggungjawab, karena gempa ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia,” ujar Rahmat melalui siaran pers, Sabtu.

Pasific Tsunami Warning Center milik The National Weather Service telah mengeluarkan peringatan dini tsunami.

Namun BMKG tidak mengeluarkan peringatan serupa karena gempa tidak berpotensi tsunami ke Indonesia, lanjut dia.

BMKG menyebut gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng laut Filipina yang menghujam ke bawah Pulau Mindanao, Filipina.

Gempa ini terasa di Provinsi Davao Oriental dan Davao Ocidental, Filipina dalam skala intensitas V MMI, tambah Rahmat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan gempa terasa hingga Kepulauan Sangihe dan Talaud, Sulawesi Utara.

“Kami sudah mengkonfirmasi, gempa terasa kuat di Kabupaten Kepulauan Sangihe selama enam detik,” ujar Sutopo.

Sementara di Kepulauan Talaud, sambung Sutopo, gempa terasa selama empat hingga lima detik dan di Kota Manado terasa selama dua detik.

Survey Geologi Amerika Serikat (USGS) merilis gempa serupa dengan kekuatan M 6,9. 

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA