BMKG ingatkan warga Cimapag Sukabumi waspada longsor susulan

Curah hujan masih tinggi dan Cimapag rawan longsor, ujar BMKG

BMKG ingatkan warga Cimapag Sukabumi waspada longsor susulan

JAKARTA 

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan agar masyarakat Dusun Cimapag, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, tetap waspada potensi datangnya longsor susulan seiring intensitas curah hujan yang masih tinggi.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan dalam siaran pers bahwa sebaiknya masyarakat menjauhi daerah-daerah yang rawan longsor.

“Terlebih daerah ini memiliki kemiringan lereng yang terjal dan tersusun oleh tanah gembur,” ungkap Dwikorita, Sabtu.

Dwikorita mengatakan jika Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah memetakan wilayah rentan longsor dan BMKG memberikan peringatan dini informasi curah hujan kepada BPBD setempat.

Harapannya, lanjut Dwikorita, pemerintah daerah dapat lebih tanggap dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana.

Dalam peta tersebut, imbuh Dwikorita, Cisolok termasuk zona menengah dan tinggi untuk pergerakan tanah.

“Artinya daerah ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal,” ujar Dwikorita.

Air hujan yang meresap ke dalam lereng, kata Dwikorita, mengakibatkan peningkatan tekanan air tanah sebagai daya dorong longsor.

Dwikorita juga mengimbau agar pemerintah daerah tidak menjadikan wilayah rawan longsor sebagai area pemukiman warga, melainkan mengalihkannya menjadi kawasan hutan lindung.

Relokasi, menurut Dwikorita, menjadi pilihan tepat agar bencana longsor tidak berulang.

Longsor menerjang Dusun Cimapag Sukabumi pada 31 Desember 2018 lalu.

Tragedi itu mengakibatkan 29 rumah tertimbun dan 32 orang tewas.

Selain itu, satu orang dinyatakan hilang, 64 orang selamat dan tiga orang cedera.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA