BAZNAS salurkan bantuan untuk warga Palestina yang mengungsi

Penyaluran bantuan obat-obatan ini dilakukan BAZNAS atas nama Indonesia bekerja sama dengan LSM Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO)

BAZNAS salurkan bantuan untuk warga Palestina yang mengungsi

JAKARTA

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan bantuan obat-obatan kepada warga Palestina yang mencari perlindungan dan pergi mengungsi di dekat perbatasan Yordania, akibat konflik tak kunjung usai dengan Israel sejak puluhan tahun lalu.

Duta Besar Indonesia untuk Yordania Andy Rachmianto mengatakan penyaluran bantuan obat-obatan ini dilakukan BAZNAS atas nama Indonesia bekerja sama dengan LSM Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO) dan mendistribusikannya kepada rakyat Palestina di Gaza Camp, Provinsi Jerash, Yordania.

“Semoga bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS ini bisa bermanfaat bagi seluruh pengungsi khususnya bagi mereka yang membutuhkan bantuan obat-obatan,” kata Andy dalam keterangan pers, Jumat.

Penyaluran obat-obatan itu sendiri secara langsung diantarkan oleh Duta Besar Andy kepada para pengungsi rakyat Palestina. Bantuan obat-obatan juga didistribusikan di Hettien Camp.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Bambang Sudibyo mengatakan rakyat Indonesia sangat tinggi bentuk kepeduliannya terhadap saudara-saudaranya yang tertindas di luar negeri, terutama rakyat Palestina.

"Rakyat Indonesia terus memberikan perhatiannya kepada Palestina. BAZNAS terus support dan memberikan layanan untuk memudahkan rakyat Indonesia yang ingin berpartisipasi membandu saudara-saudaranya,” kata Bambang.

Dia menambahkan rakyat Palestina di pengungsian banyak yang mengeluhkan berbagai macam penyakit kronik seperti diabetes, gangguan mental, hipertensi, penyakit jantung koroner, dan radang sendi.

Selain menyalurkan bantuan obat-obatan dia dua kamp pengungsi, BAZNAS juga akan mendirikan klinik di dua kamp pengungi Palestina lainnya di Yordania, yakni di Alwehdat dan Altalbiyeh Camp.

Sebagai informasi, konflik antara Palestina dengan Israel pecah sejak tahun 1948 yang membuat banyak warga Palestina mencari perlindungan dan melarikan di negara-negara tetangga, seperti Libanon, Yordania, dan Suriah.

Data United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees menyebut paling banyak pengungsi Palestina berada di Yordania dengan jumlah lebih dari 2 juta pengungsi. Mereka hidup dalam keprihatinan dan terus menunggu hak-haknya bisa terwujud.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA