Basarnas sangsi ada penumpang Lion Air JT 610 yang selamat

Tim evakuasi menemukan potongan-potongan tubuh korban di perairan Karawang

Basarnas sangsi ada penumpang Lion Air JT 610 yang selamat

JAKARTA

Badan SAR Nasional (Basarnas) tak yakin ada korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610 yang selamat.

Senin sore, beberapa jam kecelakaan tersebut terjadi, tim evakuasi menemukan potongan-potongan tubuh korban di perairan Karawang, berupa tangan, kaki, telinga dan organ dalam manusia yang dimasukkan ke dalam sembilan kantong jenazah.

“Selanjutnya potongan tubuh akan dibawa ke RS Polri untuk identifikasi,” jelas Direktur Operasi Basarnas Brigjen Bambang Suryo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Bambang memperkirakan masih banyak korban yang terperangkap di dalam badan pesawat yang hingga saat ini belum ditemukan.

“Dengan ditemukannya potongan-potongan tubuh korban, kemungkinan seluruh korban meninggal semua,” ucap Bambang.

Banyaknya potongan tubuh korban, menurut Bambang, kemungkinan akibat benturan tubuh korban dengan tubuh pesawat pada saat pesawat terjatuh dan menghantam permukaan air laut.

Hingga saat ini, kata Bambang, baru ditemukan beberapa puing pesawat seperti ekor pesawat serta bagian-bagian kecil lainnya.

"Tidak ada bekas terbakar pada serpihan pesawat, sudah terpotong menjadi serpihan-serpihan kecil," papar dia, menambahkan proses evakuasi akan dilakukan hingga 24 jam ke depan tanpa henti.

Sementara itu, imbuh Bambang, kotak hitam pesawat belum ditemukan.

Bambang melanjutkan, kemungkinan pesawat jatuh di kedalaman laut 30 hingga 35 meter, dengan radius pencarian korban dan bangkai pesawat yang saat ini dilakukan Basarnas sejauh 150 nautical mile yang dihitung berdasarkan kekuatan arus laut.

Basarnas juga telah membuat peta untuk melakukan proses evakuasi korban dan pencarian badan pesawat.

Sesuai SOP Basarnas, kata Bambang, pencarian akan terus dilakukan selama tujuh hari atau hingga bangkai dan seluruh korban sudah ditemukan.

“Operasi juga bisa diperpanjang bila belum ditemukan bangkai pesawat dan tubuh korban,” lanjut Bambang.

Saat ini proses pencarian sudah mendapatkan bantuan berupa KRI Rigen 933 yang sudah berangkat ke lokasi pencarian pada pukul 15.00 WIB. Basarnas juga akan mendapatkan bantuan alat-alat untuk pencarian korban dari BPPT berupa Remotely Operated Vehicle (ROV).

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA