AJI: Jurnalis perempuan rentan alami kekerasan

Tahun ini setidaknya ada 4 jurnalis perempuan yang dibunuh

AJI: Jurnalis perempuan rentan alami kekerasan

JAKARTA

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengungkapkan jurnalis perempuan rentan mengalami kekerasan.

Staf Divisi Perempuan AJI Indonesia Nani Afrida mengatakan tahun ini setidaknya ada empat jurnalis perempuan yang dibunuh.

“Di Slovakia, jurnalis investigasi yang tengah menyelidiki penipuan soal pajak ditembak mati pada Februari lalu,” ungkap Nani, Rabu, di Jakarta.

Jurnalis lepas di Swedia bernama Kim Wall, lanjut Nani, dibunuh dan dimutilasi saat menaiki kapal selam untuk wawancara.

Sedang di Bangladesh, ujar Nani, jurnalis televisi Ananda TV Subarna Nodi tewas dibunuh laki-laki tidak dikenal.

Begitu pula di Bulgaria, lanjut Nani, jurnalis Victoria Marinova yang tengah meneliti kasus korupsi dana Uni Eropa dicekik dan diperkosa hingga tewas. Mayatnya ditemukan di sungai pada 6 Oktober lalu.

Catatan Press Emblem Campaign, ada lima jurnalis perempuan yang tewas pada 2016. Angka itu berlipat menjadi 16 orang pada 2017.

“Setiap tahun, ada jurnalis perempuan yang dibunuh, diserang, diancam, dipenjarakan, dilecehkan, bukan karena pekerjaan mereka, tapi karena diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan,” kata Nani.

Jurnalis perempuan juga rentan mengalami kekerasan seksual, ungkap Nani.

Berdasarkan riset AJI Indonesia pada 2012, ujar, 14 persen dari 189 jurnalis di Indonesia mengalami pelecehan seksual.

“Menggoda jurnalis perempuan, mengajak kencan,” ujar Nani.

Pelecehan seksual terhadap jurnalis perempuan itu, kata Nani, terutama terjadi di wilayah konflik seperti Aceh dan Papua.

Survey yang dilakukan oleh International Federation Journalist (IFJ) mengungkapkan bahwa 66 persen jurnalis perempuan di dunia mengalami pelecehan.

Dari jumlah itu, hanya 13 persennya yang berhasil dibawa ke pengadilan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA