53 kecamatan di Sulawesi Selatan terendam banjir, 8 orang tewas

Empat orang masih hilang dan ribuan warga mengungsi

53 kecamatan di Sulawesi Selatan terendam banjir, 8 orang tewas

JAKARTA 

Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengungkapkan delapan orang tewas ketika banjir merendam 53 kecamatan di sembilan kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPT Sutopo Purwo Nugroho mengatakan lima orang korban tewas itu ditemukan di Kabupaten Jeneponto sedang tiga orang lainnya di Kabupaten Gowa.

“Selain itu, ada empat orang hilang, tiga di antaranya warga Jeneponto dan satu orang warga Pangkep,” ujar Sutopo, Rabu, dalam keterangannya.

Sutopo juga mengatakan bahwa banjir tersebut merendam ribuan rumah dan mengakibatkan ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Banjir juga merendam 10.021 hektar sawah, imbuh Sutopo.

Sutopo menuturkan bahwa hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang dan gelombang pasang mengakibatkan sungai-sungai meluas dan banjir merendam wilayah-wilayah itu pada Selasa siang.

Selain Jeneponto, Pangkep dan Gowa, ujar Sutopo, banjir juga merendam Kabupaten Maros, Soppeng, Barru, Wajo, Bantaeng, dan Kota Makassar.

Hingga Rabu siang, tambah Sutopo, banjir masih terjadi di sejumlah daerah.

“Penanganan darurat dan pendataan masih terus dilakukan sehingga update data akan berubah,” ujar Sutopo.

Saat ini, menurut Sutopo, tim evakuasi gabungan masih mencari korban yang hilang.

Sedang ribuan pengungsi, lanjut Sutopo, masih membutuhkan bantuan perahu karet dan makanan.

Hujan yang masih berlangsung dan luasnya wilayah yang terkena banjir, menurut Sutopo, mempersulit proses penanganan.

“Intensitas curah hujan setebal ini tergolong ekstrem sehingga kondisi permukaan tanah dan sungai tidak mampu menampung semuanya,” kata Sutopo.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia tengah menghadapi puncak musim hujan yang berlangsung Januari-Februari 2019.

Musim hujan, ujar Sutopo, meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan puting beliung.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA