178 pelajar Indonesia berhasil menyebrang ke Yaman

Ratusan pelajar tersebut bertahan di Salalah, Oman, lantaran ditolak masuk ke Yaman oleh otoritas Oman

178 pelajar Indonesia berhasil menyebrang ke Yaman

JAKARTA

Sebanyak 178 pelajar Indonesia yang sempat tertahan di Oman kini telah berhasil menyeberang ke Yaman.

Mereka menyeberang setelah difasilitasi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dengan menggunakan empat bus.

Ratusan pelajar tersebut bertahan di Salalah, Oman, lantaran ditolak masuk ke Yaman oleh otoritas Oman.

Otoritas Oman melarang WN asing menyeberang ke Yaman melalui wilayahnya. Pertimbangannya adalah keamanan nasional Oman.

"Izin ini berhasil kita dapatkan hanya untuk mereka yang sudah terlanjur berada di Salalah saat ini. Untuk kedepannya akan kita bahas kembali dengan otoritas Oman," ujar Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Lalu Muhamad Iqbal dalam keterangannya, Kamis

Menurut Iqbal, para pelajar RI belajar pada berbagai tingkatan di pesantren dan universitas yang ada di Salalah.

“Sebagian besar pelajar tersebut menuju ke kota Tareem dan sebagian kecil ke kota Al Mukalla,” kata Iqbal.

Meskipun pemerintah sudah melakukan evakuasi hampir 2000 pelajar WNI sejak 2015, masih ada 1000 orang lebih pelajar Provinsi Hadramaut.

Yaman dilanda perang saudara sejak 2014, ketika kelompok pemberontak Houthi menguasai Ibu Kota Sanaa dan sebagian besar wilayah negara, sehingga memaksa pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melarikan diri ke Arab Saudi.

Konflik telah menghancurkan infrastruktur Yaman, termasuk sistem air dan sanitasi, membuat PBB menggambarkan situasi Yaman sebagai "salah satu bencana kemanusiaan terburuk di zaman modern".













TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA