42 Atlet Taekwondo Asing Ikut Berlaga di Bandung Taekwondo International Invitation 2017

Sebanyak 42 atlet taekwondo asal tiga negara ikut serta pada kejuaraan taekwondo yang digelar Pengurus Cabang (Pengcab) Taekwondo Indonesia (TI) Kota Bandung di Gymnasium UPI, Jalan Setiabudi Kota Bandung yang bertajuk Bandung Taekwondo International In

42 Atlet Taekwondo Asing Ikut Berlaga di Bandung Taekwondo International Invitation 2017

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Sebanyak 42 atlet taekwondo asal tiga negara ikut serta pada kejuaraan taekwondo yang digelar Pengurus Cabang (Pengcab) Taekwondo Indonesia (TI) Kota Bandung di Gymnasium UPI, Jalan Setiabudi Kota Bandung yang bertajuk 'Bandung Taekwondo International Invitation 2017'. Ke-42 atlet taekwondo luar negeri tersebut bertarung di kelas prestasi pada kejuaraan yang digelar sejak Sabtu (23/9/2017). Ketua Umum Pengcab TI Kota Bandung, Sepranadja menuturkan, tiga negara yang ikut serta dalam kejuaraan tersebut yakni Malaysia, Kamboja, dan Timor Leste. Malaysia mengirimkan 12 atlet, lalu Kamboja sebanyak 18 atlet dan 12 atlet berasal dari Timor Leste. "Untuk total atlet yang mengikuti kejuaraan sebenarnya mencapai tiga ribu atlet lebih. Namun karena keterbatasan tempat dan waktu pelaksanaan, hingga kuota maksimal atlet yang diperbolehkan PB TI, maka kami membatasi atlet hingga 1.700 orang saja," ujar Sepranadja saat ditemui di sela-sela kejuaraan, Minggu (24/9/2017). Selain atlet asal tiga negara tetangga, kejuaraan pun diikuti oleh atlet taekwondo asal kota/kabupaten di Jabar serta perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia. Bahkan atlet taekwondo eks PON XIX/2016 pun banyak yang ikut serta. "Atlet asal luar negeri dan eks PON XIX, bertanding di kelompok prestasi. Baik di kategori kyorugi atau tarung maupun di poomsae atau jurus," tambahnya. Sebagai kejuaraan bertaraf internasional, Sepranadja mengaku jika wasit yang bertugas pun sebagian besar memiliki sertifikat wasit internasional. Tak hanya itu, dari sisi peraturan pertandingan, pihaknya menerapkan peraturan terbaru yang dikeluarkan oleh WTF (World Taekwondo Federation, federasi olahraga taekwondo dunia). "Selain memberikan pengalaman bertandingan dengan aturan yang baru, kejuaraan ini pun dijadikan arena uji coba bagi atlet-atlet kota dan kabupaten sebelum berlaga di babak kualifikasi Porda Jabar XIII yang rencananya digelar pada Oktober 2017 mendatang. Juga jadi kesempatan bagi setiap kota dan kabupaten mengintip kekuatan serta teknik dari calon lawannya, termasuk bagi atlet luar Jabar dan atlet luar negeri yang juga sedang dalam persiapan menghadapi even di daerahnya masing-masing," tegasnya. Hingga Minggu (24/9/2017) malam, dipertandingkan dua kategori, poomsae (jurus) dan kyorugi (pertarungan). Sebanyak 1700-an atlet akan bertanding di dua kategori tersebut yang terbagi di delapan kategori usia. Mulai dari super kadet A maksimal 8 tahun, super kadet B di rentang usia 9-10 tahun, super kadet C dengan usia 11-12 tahun, kadet di usia 13-14 tahun, junior di usia 15-17 tahun, senior di usia 18 tahun keatas, nomor pomsae senior untuk usia 31-40 tahun, dan pomsae master untuk usia 41 tahun keatas. (Ageng/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA