UU Penghinaan Presiden Akan Timbulkan Konflik Terdahulu

Pengamat Hukum dan Tatanegara Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf menanggapi terkait dengan diajukannya kembali Pasal Penghinaan Presiden oleh Presiden Joko Widodo. Menurut Asep, hal ini diduga hanya akan menimbulkan kembali konflik yang sebelumny

UU Penghinaan Presiden Akan Timbulkan Konflik Terdahulu

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pengamat Hukum dan Tatanegara Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf menanggapi terkait dengan diajukannya kembali Pasal Penghinaan Presiden oleh Presiden Joko Widodo. Menurut Asep, hal ini diduga hanya akan menimbulkan kembali konflik yang sebelumnya telah diredam. "Pasal ini sudah pernah ditolak oleh MK pada tahun 2006 lalu, untuk apa diajukan kembali? Penolakan dari MK itu kan karena mereka sudah tahu dampak seperti apa yang akan timbul jika sampai pasal ini disahkan. Mereka sadar bahwa pasal ini akan menimbulkan diskriminasi, ketidakpastian hukum, dan munculnya rasa kekuasaan berlebih," kata Asep, Senin (3/8/2015) malam. Menurut Asep, jika terjadi kasus penghinaan terhadap presiden maka hal ini bisa dilaporkan kepada polisi dengan menyertakan alat bukti sebagai bahan penyelidikan. Sebab, pasal ini akan menimbulkan ketidak pastian hukum karena tidak jelas batasannya. "Kalau kita masih menghormati keadilan, ya sudah jangan diajukan kembali! Lagi pula saya lihat, presiden juga tidak cukup bahan untuk mengajukan argumentasinya kepada DPR," tukas Asep. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA