Siswa SMP Meninggal, Kekerasan MOS Langgar Undang-Undang

Menanggapi kasus meninggalnya siswa SMP setelah mengikuti MOS, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan tindakan kekerasan yang dilakukan saat MOS masuk ke dalam pelanggaran pasal 54 Undang Undang Perlindungan Anak. Itu

Siswa SMP Meninggal, Kekerasan MOS Langgar Undang-Undang

BANDUNG, FOKUSJabar.com:  Menanggapi kasus meninggalnya siswa SMP setelah mengikuti MOS, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan tindakan kekerasan yang dilakukan saat MOS masuk ke dalam pelanggaran pasal 54 Undang-Undang Perlindungan Anak. "Itu menjadi bentuk kekerasan, karena seharusnya sekolah menjadi tempat yang aman bagi anak. Selain itu, senior yang melakukan kekerasan juga bisa dikenakan tindak pidana jika terus dibiarkan," kata Arist kepada PRFM, Minggu, (2/8/2015) malam. Menurut Arist, selain tindakan yang salah dari senior, pihak sekolah juga dianggap melakukan pembiaran. Panitia MOS yang menyuruh siswa berjalan sejauh 4 kilometer dengan tidak melihat kondisi kesehatan dari para peserta adalah hal yang salah. "Kita sudah ingatkan kepada semua sekolah, kita juga sudah katakan bertahun-tahun yang lalu agar sekolah melakukan pengawasan pada panitia ketika kegiatan MOS berlangsung agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti ini," ujar Arist. Arist menambahkan agar MOS sebaiknya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan keahlian siswa dalam bidang keilmuan. Seperti pembuatan karya tulis atau karya-karya lainnya yang dapat memacu kreativitas siswa. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA