Pemeriksaan Ke-3, Abraham Samad: Pertanyaan Penyidik Berputar-putar

Ketua nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad jalani pemeriksaan untuk ke tiga kalinya. Dalam pemeriksaan itu, ia mengatakan pertanyaan yang diajukan penyidik tidak memiliki tujuan yang jelas dengan mengajukan pertanyaan pertanyaan yan

Pemeriksaan Ke-3, Abraham Samad: Pertanyaan Penyidik Berputar-putar

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Ketua nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad jalani pemeriksaan untuk ke tiga kalinya. Dalam pemeriksaan itu, ia mengatakan pertanyaan yang diajukan penyidik tidak memiliki tujuan yang jelas dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang selalu diulang. "Pertanyaan-pertanyaannya mengulang hal-hal yang sudah ditanyakan, jadi saya pikir ini akan begini terus, berputar-berputar dan bolak-balik," kata Samad setelah melakukan pemeriksaan di Mabes Polri, Kamis (2/7/2015), seperti dikutip berita Antara. Menurut Samad, pertanyaan yang diajukan penyidik dalam pemeriksaan yang ke-3 kali nya itu juga sempat diajukan saat pemeriksaan di Makassar. Samad mengaku menjawab semua pertanyaan penyidik seperti jawabannya saat ditanyakan di Polda Sulawesi Selatan.Menurut Samad, pertanyaan yang diajukan penyidik dalam pemeriksaan yang ke-3 kali nya itu juga sempat diajukan saat pemeriksaan di Makassar. Samad mengaku menjawab semua pertanyaan penyidik seperti jawabannya saat ditanyakan di Polda Sulawesi Selatan. Saor Siagaian, pengacara Samad mengatakan salah satu pertanyaan yang selalu diulang penyidik adalah ‘Apakah kenal dengan Feriyani Lim?’, ‘Hubungannya seperti apa?’. “Ditanyakan itu terus, karena ada di kartu keluarga Samad,” kata Saor pada kesempatan yang sama, mengutip Tempo. Abraham mendatangi Mabes Polri untuk diperiksa terkait dengan kasus dugaan pemalsuan administrasi kependudukan atas laporan dari Feriyani Lim, yang sudah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka. Menurut Samad kasus ini adalah murni kriminalisasi. Pasalnya, kasus yang dituduhkan kepadanya itu baru diusut saat ia menjabat ketua KPK. "Saya ikhlas menerima ini sebagai resiko dari sebuah perjuangan pemberantasan korupsi," tukasnya. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA