Ombudsman RI Segera Rilis Nama-nama 'Pejabat Pembangkang'

Ombudsman Republik Indonesia akan merilis aparatur negara dalam kategori Pejabat Pembangkang melalui media massa. Nama nama pejabat itu dirilis karena tidak patuh menjalankan rekomendasi perbaikan manajeman pemerintahan oleh Ombudsman. Komisioner Ombu

Ombudsman RI Segera Rilis Nama-nama 'Pejabat Pembangkang'

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Ombudsman Republik Indonesia akan merilis aparatur negara dalam kategori 'Pejabat Pembangkang' melalui media massa. Nama-nama pejabat itu dirilis karena tidak patuh menjalankan rekomendasi perbaikan manajeman pemerintahan oleh Ombudsman. Komisioner Ombudsman RI, Ahmad Alamsyah Saragih menjelaskan, langkah pengungkapan itu dijalankan berdasarkan Undang Undang nomor 32/2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia. "Dalam UU tentang Ombudsman itu, mengatur beberapa hal termasuk soal sanksi bagi pejabat yang tak mengindahkan rekomendasi," ungkapnya, Kamis (26/5/2016). Sanksi yang berlaku bagi pejabat yang tidak mematuhi rekomendasi Ombudsman, menurutnya, yaitu hukum administrasi. Tidak hanya itu, Ombudsman berhak mengintruksikan atasan pejabat untuk menghentikan baik bersifat sementara maupun permanen. "Dalam Undang-undang itu, kita juga diberikan kewenangan untuk mempublikasikan kepada publik tentang status pejabat yang melakukan pelanggaran. Kami gunakan terminologi 'pejabat pembangkang', bagi mereka yang tidak patuh terhadap rekomendasi Ombudsman," ungkap Ahmad. Publikasi 'pejabat pembangkang' ini, lanjut Ahmad, dilakukan jika dalam waktu enam bulan setelah rekomendasi disampaikan, tidak ada tindak lanjut. "Dalam UU, maksimal 60 hari harus sudah dilaksanakan rekomendasi itu. Kalau lewat 60 hari, kemudian masuk ketidakpatuhan. Bisa kita publikasikan," tuturnya. Secara keseluruhan, lanjut Ahmad, saat ini di Indonesia, sebanyak 72 rekomendasi yang dikeluarkan Ombudsman RI sejak periode 2013 - 2015. Dari 72 rekomendasi itu, masih ada beberapa yang belum dipatuhi. "Untuk publikasi 'pejabat pembangkang', kita tunggu momen yang tepat," pungkasnya. (Adi/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA