Ketua DPD Golkar Jabar Puji Orasi Ilmiah Megawati

Presiden ke 5 Republik Indonesia Megawati Soekarno Putri mendapat gelar doctor honoris causa dalam bidang politik dan pemerintahan dari Universitas Padjajaran, Bandung, Rabu (25 5 2016). Berbagai pujian dan apresiasi pun berdatangan untuk Ketua Umum PDIP

Ketua DPD Golkar Jabar Puji Orasi Ilmiah Megawati

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarno Putri mendapat gelar doctor honoris causa dalam bidang politik dan pemerintahan dari Universitas Padjajaran, Bandung, Rabu (25/5/2016). Berbagai pujian dan apresiasi pun berdatangan untuk Ketua Umum PDIP ini, termasuk dari tokoh partai politik lain. Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut bahwa gelar tersebut pantas diperoleh Megawati. Sebagai ketua umum parpol dan mantan presiden, Megawati selalu memberi gagasan-gagasan strategis bagi kemajuan bangsa dan negara. "Saya pikir gelar itu sangat pantas, layak dan patut kalau Unpad memberikan gelar itu," kata Dedi usai acara pemberian gelar tersebut. Dedi pun menegaskan bahwa orasi ilmiah tentang kesadaran Pancasial sebagai ideologi yang dibacakan Megawati patut diapresiasi dan dijadikan pedoman dalam kehidupan bernegara. Dari orasi tersebut, Dedi mengatakan bahwa Pancasila harus benar-benar dijiwasi setiap masyarakat tak terkecuali penyelenggara negara. Setiap penyelenggara negara harus memiliki pemahaman yang sama terkait Pancasila. Dengan kata lain, negara harus segera melakukan langkah-langkah konstitusional untuk menata semangat kehidupan ber-Pancasila. "Jadi, Pancasila tidak menjadi tafsir rezim yang memiliki penafsiran sendiri dalam setiap rezim," jelas dia. Selain itu, adanya jaminan kesehatan, hari tua, dan pendidikan tidak terlepas dari peran Megawati saat menjabat presiden. Dia pun meminta agar azas keadilan masyarakat ini mendapatkan perlindungan lebih lanjut. "Kalau kemarin Ibu Megawati menggagas jaminan kesehatan, hari tua, pendidikan. Maka jaminan itu jangan sekedar ada, namun harus lebih memberikan perlindungan yang menyeluruh untuk masyarakat," katanya. Tidak hanya itu, orasi Megawati pun menunjukkan pentingnya penjagaan kedaulatan negara. Dalam hal ini, penguasaan laut tidak boleh ada batasan antara kabupaten dan provinsi karena ini merupakan zona yang sangat terbuka. "Hal keempat yang saya catat dari orasi ilmiah Ibu Mega tadi adalah tentang kemandirian ekonomi bangsa. Kita memiliki kekayaan cukup, kemampuan keuangan cukup, manakala birokrasi memiliki aspek perencanaan keuangan yang memadai. Hal ini harus berorientasi pada kepentingan publik," tuturnya. Selama ini, keuangan negara lebih banyak digunakan untuk keperluan aspek administratif di pemerintahan dan kegiatan yang tidak memiliki efektivitas untuk kepentingan publik. Tetapi persoalan ini berbenturan dengan politik akomodatif dan kelembagaan negara dan badan serta dinas kantor di setiap kabupaten/kota. Dedi pun mengapresiasi gagasan Megawati terkait pembangunan yang berwawasan lingkungan untuk masyarakat ke depan. "Karena tidak akan ada artinya ekonomi kalau lingkungan kita hancur," pungkasnya. (LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA