Kasus 'Dwelling Time', Jokowi Tak Segan Bertindak Tegas

Terkait lamanya waktu tunggu barang atau Dwelling Time di Plabuhan Tanjung Priok, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan tak segan melakukan tindakan tegas dan akan memprosesnya ke wilayah hukum. Hal ini ditujukan agar faktor penghambat arus barang b

Kasus 'Dwelling Time', Jokowi Tak Segan Bertindak Tegas

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Terkait lamanya waktu tunggu barang atau 'Dwelling Time' di Plabuhan Tanjung Priok, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan tak segan melakukan tindakan tegas dan akan memprosesnya ke wilayah hukum. Hal ini ditujukan agar faktor penghambat arus barang bisa dihilangkan dan diperbaiki serta tidak lagi menimbulkan kerugian besar bagi negara. "Ya ketegasan seperti itu yang diperlukan untuk memperbaiki negara ini, memperbaiki sistem yang tersumbat," kata Presiden saat meresmikan Mega Proyek Pertamina Terintegrasi di Desa Uso, Kabupaten Banggai, Sulawesi Selatan, Minggu (2/8/2015), seperti dikutip kantor berita Antara. Dalam kasus 'Dwelling Time', pihak kepolisian telah menetapkan Direktur Jendral Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Partogi Pangaribuan sebagai tersangka dalam kasus penyuapan dan gratifikasi perizinan bongkar muat barang di pelabuhan. Terkait penangkapan tersebut, Presiden mengiyakan bahwa ada pejabat yang ditangkap di pelabuhan atau di kementrian, padahal dirinya sudah memberikan kesempatan untuk memperbaiki, namun tidak diindahkan. "Saya perintahkan saat itu harus segera diselesaikan sistemnya, diperbaiki administrasinya, tapi kok ngak jalan-jalan, ya saya perintahkan aparat kepolisian," tegasnya. Presiden mengatakan waktu tunggu barang di pelabuhan di Singapura hanya satu hari, namun di Indonesia bisa memakan waktu lima hari lebih sehingga negara menerima kerugian hingga mencapai Rp740 trilyun. "Efeknya biaya lebih gede dan harga menjadi mahal. Siapa yang dirugikan, ya rakyat karena mereka yang membeli," jelasnya. Jika sumbatan itu dihilangkan, Presiden yakin angka kerugian Rp740 trilyun itu akan hilang dan akan menyebabkan harga-harga turun. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA