Akhirnya, Margriet Ditetapkan Sebagai Pelaku Utama Pembunuhan Angeline

Polda Bali akhirnya menetapkan Margriet Megawe sebagai tersangka utama dalam kasus pembunuhan bocah berusia 8 tahun, Angeline. Penetapan tersangka dilakukan pada Minggu (28 6 2015). Sementara ini (Margriet) menjadi pelaku utama kasus yang menyebabkan ke

Akhirnya, Margriet Ditetapkan Sebagai Pelaku Utama Pembunuhan Angeline

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Polda Bali akhirnya menetapkan Margriet Megawe sebagai tersangka utama dalam kasus pembunuhan bocah berusia 8 tahun, Angeline. Penetapan tersangka dilakukan pada Minggu (28/6/2015). "Sementara ini (Margriet) menjadi pelaku utama kasus yang menyebabkan kematian dari korban Angeline," ujar Kepala Kepolisian Daerah Bali Inspektur Jenderal Ronny Sompie kepada Merdeka, Minggu (28/6/2015). Wanita kelahiran Kalimantan Timur itu ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan tiga alat bukti, yakni hasil uji laboratorium forensik, hasil olah tempat kejadian perkara, dan keterangan tersangka Agustinus Tai Hamdamai. Untuk mengungkap kasus ini, kepolisian memang banyak mengandalkan bukti-bukti ilmiah yang didapatkan dari olah tempat kejadian perkara yang dilakukan oleh tim laboratorium forensik. Namun Polda Bali tidak menjelaskan apa hasil laboratorium fornesik itu. Hanya saja, Polda Bali langsung menetapkan Margriet Megawe sebagai tersangka utama pembunuhan anak angkatnya sendiri, Angeline, seperti yang dilaporkan CNNIndonesia. Sementara pengacara Margriet, Dion Pongkor mengaku tak terima dengan keputasan tersebut dan mengajukan praperadilan. Ia menyatakan penetapan tersangka Margriet hanya karena tekanan publik. Dion pun meminta semua bukti diuji di pengadilan. "Kita hormati prosesnya, nanti kita uji di pengadilan, apakah buktinya memenuhi hukum,” kata Dion, Senin (29/6/2015). Dion juga menyoroti keterangan saksi dalam hal ini Agus yang menjadi tersangka, sebagai dasar polisi menetapkan Margriet sebagai tersangka. “Saksi yang dijadikan acuan untuk penetapan tersangka, adalah saksi yang juga tersangka, karena tersangka itu bisa mengatakan apa saja tanpa pembuktian. Apakah keterangant tersangka yang berubah-ubah lebih dipercaya dibanding kien kami yang tak berubah?” pungkasnya. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA