Ungkapkan Kondisi Depresi di Medsos, Ini Tanggapan Psikolog

Walaupun terkadang memiliki dampak negatif, pakar mengungkapkan cuitan di twitter untuk mengutarakan isi hati mungkin bisa bantu menurunkan kadar depresi yang dialami seseorang. Demikian diungkapkan Mary Alvord, psikolog dari Maryland. Melansir ABCNews,

Ungkapkan Kondisi Depresi di Medsos, Ini Tanggapan Psikolog

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Walaupun terkadang memiliki dampak negatif, pakar mengungkapkan cuitan di twitter untuk mengutarakan isi hati mungkin bisa bantu menurunkan kadar depresi yang dialami seseorang. Demikian diungkapkan Mary Alvord, psikolog dari Maryland. Melansir ABCNews, Alvord menuturkan, depresi adalah salah satu bentuk paling umum dari gangguan jiwa. Kenyataannya, menurut Alvord begitu banyak orang yang masih tertutup tentang kondisi mental mereka agar tidak terkena stigma publik. Namun, baru-baru ini di twitter, hashtag #MyDepressionLooksLike ramai digunakan pengidap depresi untuk menceritakan kisahnya. "Sosial media dapat menjadi sumber informasi, sekaligus alat yang kuat untuk melawan stigma penyakit mental. Walaupun banyak perhatian yang diarahkan pada gangguan jiwa seperti depresi, banyak orang yang belum mengerti tentang seperti apa orang dengan depresi," tutur Alvord yang juga direktur di Alvord Baker and Associates, mengutip PRFM, Jumat (27/5/2016). "Saya pikir orang-orang mengasumsikan bahwa (orang dengan depresi) dapat berkeliling dan berkata tentang siapa mereka dan kesedihannya. Sebaliknya, pengidap cukup terisolasi dari lingkungan. Selain itu, orang dengan depresi juga lekas marah dan mudah tersinggung," ujar Alvord. Sementara itu, ribuan pengguna twitter telah menggunakan hashtag ini untuk berbagi cerita tentang bagaimana kehidupan mereka dipengaruhi dan dibentuk oleh depresi. Beberapa pengguna menulis tentang perasaan depresi atau kecemasan yang mereka rasakan. Sementara, pengguna lainnya,menulis tentang saat-saat yang menyakitkan ketika mereka harus tersenyum padahal dalam hatinya mereka mengalami tekanan yang sangat hebat. "Pesan saya kepada remaja yang sedang menjalani terapi serta pengobatan yaitu ingatlah bahwa Anda tidak sendirian dan sebuah tempat seperti media sosial dapat memiliki potensi untuk membantu meredakan depresi yang dialami," pungkas Alvord. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA