Terlena Budaya Asing, Generasi Muda Lupa Karifan Lokal

Derasnya budaya asing yang masuk ke Indonesia mulai memengaruhi gaya hidup generasi muda. Melihat kondisi tersebut, kearifan lokal perlu dihidupkan kembali sebagai tameng dari terpaan budaya luar. Pakar Pendidikan Sejarah dari UPI, Dadang Supardan menga

Terlena Budaya Asing, Generasi Muda Lupa Karifan Lokal

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Derasnya budaya asing yang masuk ke Indonesia mulai memengaruhi gaya hidup generasi muda. Melihat kondisi tersebut, kearifan lokal perlu dihidupkan kembali sebagai tameng dari terpaan budaya luar. Pakar Pendidikan Sejarah dari UPI, Dadang Supardan mengatakan bahwa generasi muda saat ini tidak kuat menghindari pengaruh budaya asing. Karena itu, mereka perlu mind set agar tidak tergoda budaya asing yang kerap menunjukan sisi glamour. "Generasi muda mudah terombang ambing, mereka juga mudah terbawa budaya asing," kata Dadang di Gedung Sate, Senin (30/3/2015). Dia mengakui bahwa sangat sulit mencegah budaya asing masuk ke Indonesia di era globalisasi, terlebih budaya dari luar sangat cepat masuk, salah satunya melalui media sosial. Bahkan, pengaruh budaya melalui medsos diserap tanpa sadar oleh generasi muda yang terbilang melek teknologi informasi. Terpaan budaya asing dirasakan semakin kuat karena generasi muda tidak punya kekokohan budaya lokal. Generasi muda yang terkena pengaruh budaya asing akan terjerumus dalam sikap hedonisme. Terlebih generasi muda gampang tergoda budaya asing karena local wisdom rendah. Menurutnya, generasi muda perlu mencontoh Jepang dan Korea. Kedua negara maju itu menjadi pusat pengembangan teknologi, namun tetap memegang teguh kearifan lokal. Penerapan kearifan lokal bukan berarti berperilaku seperti masyarakat tradisional. Banyak nilai-nilai di masa lalu yang bisa diadaptasikan di masa kini. Dadang pun meminta peran pemerintah, orangtua dan pendidik untuk mengajarkan kearifan lokal kepada generasi muda dalam kehidupan sehari-hari. "Masyarakat harus peduli, ini merupakan tanggungjawab kita bersama untuk melindungi generasi muda," bebernya. Sementara itu, Kepala Pemberdayaan Masyarakat Biro Pengembangan Sosial Setda Provinsi Jabar, MA Welid mengatakan, pihaknya sangat konsen menerapkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda melalui beragam kegiatan. Salah satunya dengan memperkuat jiwa nasionalisme supaya tidak tergerus budaya asing. Selain kepada generasi muda, pihaknya pun melakukan beragam sosialisasi kepada aparat di kabupaten/kota. Rasa nasionalisme juga akan terus terjaga dengan cara upacara peringatan hari-hari besar nasional. "Kami melakukan saresehan dan kegiatan lain yang memupuk rasa nasionalisme," pungkasnya. (LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA