Gila! Pria Ini Habiskan 2 Tahun Menutupi Rumahnya Dengan Kulit Kerang

Rudi Riono TIONGKOK, FokusJabar.com Rumah tradisional ini tak hanya megah dan indah, namun juga unik lantaran setiap sudut rumahnya ditutupi oleh kulit kerang Dialah Xiao East, pemilik rumah unik kulit kerang yang berasal dari Tiongkok. Xiao ialah pemi

Gila! Pria Ini Habiskan 2 Tahun Menutupi Rumahnya Dengan Kulit Kerang

Rudi Riono TIONGKOK, FokusJabar.com: Rumah tradisional ini tak hanya megah dan indah, namun juga unik lantaran setiap sudut rumahnya ditutupi oleh kulit kerang! Dialah Xiao East, pemilik rumah unik kulit kerang yang berasal dari Tiongkok. Xiao ialah pemilik pantai kecil di pulau Lingshan, lepas pantai kota Qingdao, Provinsi Shandong Tiongkok Timur. Awalnya, ia berencana untuk merenovasi rumah tradisionalnya secara besar-besaran dengan menyewa seorang desainer atau arsitek. Namun ia menyadari bahwa menyewa jasa mereka tentu memerlukan biaya yang sangat besar. Pada akhirnya, ia memutuskan untuk menabungkan uangnya dan melakukan renovasi sendiri. [caption id="attachment_97180" align="aligncenter" width="475"] Rumah yang Terbuat Dari Kulit Kerang (Foto:Odditycentral)[/caption] Xiao membutuhkan waktu dua tahun untuk menutupi setiap sudut rumahnya – yang memiliki luas 1.500 meter persegi – dengan kulit kerang. Dia mengumpulkan semua kerang itu dari pantai. Ide itu terlintas ketika Xiao sedang berjalan di pinggir pantainya dan menemukan sebuah kerang berwarna cantik. “Aku menyadari bahwa ketika aku sedang duduk di sebelah karung kulit kerang yang besar, bisa menjadi pasokan bebas dari bahan bangunan yang indah – jadi mengapa tidak menggunakannya?” Jadi saya mulai mengumpulkan beberapa jenis kulit kerang yang bisa ia temukan – mulai dari yang terkecil 3 milimeter hingga yang berukuran raksasa yang beratnya lebih dari 4 kilogram,” kata Xiao, seperti yang dikutip Odditycentral. “Saya menggunakan kulit kerang itu untuk dekorasi, menghias genteng, dan membuat mosaik. Mereka ada di mana-mana. Saya melakukannya karena saya ingin membuat rumah saya jadi indah, ya untuk diri saya sendiri,” pungkasnya. Saat ini, dia menggunakan rumahnya sebagai museum untuk menampilkan sejarah Pulau Lingshan dan kehidupan sehari-hari nelayan setempat. (**) Sumber 

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA