Bertahan Dengan Cara Tradisional

Di tengah bermunculannya pedagang makanan tradisional Cirebon, Docang. Tak menyurutkan semangat salah satu penjual Docang tertua di Cirebon. Adalah Suntaro, dia tetap bertahan berjualan Docang dengan cara sederhana. Makanan hasil perpaduan lontong, da

Bertahan Dengan Cara Tradisional

CIREBON, FOKUSJabar.com:  Di tengah bermunculannya pedagang makanan tradisional Cirebon, Docang. Tak menyurutkan semangat salah satu penjual Docang tertua di Cirebon. Adalah Suntaro, dia tetap bertahan berjualan Docang dengan cara sederhana. Makanan hasil perpaduan lontong, daun singkong, toge dan kerupuk disiram sayur dage (tempe gembos) yang dihancurkan serta disulam dengan kelapa parut itu bisa menghasilka Rp500 ribu per hari. "Di mana saja Docang itu sama, dilihat dari menunya pun tidak ada yang berubah. Namun masing-masing penjual punya bumbu yang berbeda. Itu yang membuat Docang saya bertahan dan Alhamdulillah masih disukai masyarakat," jelas Suntaro, Sabtu (1/8/2015). Sejak tahun 1940 sampai sekarang Docang mang Taro masih setia dengan cita rasa dan kelezatan makanan khas Cirebon. Terlebih dengan resep turun temurun dari keluarganya yang menjadikan Docang buatannya tetap sama rasanya dengan 1972 silam. Kuah sedap  Docang miliknya akan tetap hangat meski tanpa harus dipanaskan di atas kompor. "Kuahnya itu asin tapi jangan keasinan, itu yang membedakan Docang mang Taro dengan yang lainnya. Ciri khas Docang itu ada di kuahnya dan kalau saya malah sama lontongnya karena bikin sendiri. Bumbunya ini yang bikin kuah Docang saya tetap hangat dan sedap," katanya. (Panji/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA