Telusuri Keistimewaan Kota Dushanbe di Tajikistan

Sebagai negara yang kecil di Asia tengah, Tajakistan merupakan negara yang dikelilingi oleh daratan serta pegunungan. Wilayah tajikistan berbatasan langsung dengan Cina, Uzbekistan, Afghanistan dan Kyrgyzstan. Dan negara ini beribukota Dushanbe. Dushanbe

Telusuri Keistimewaan Kota Dushanbe di Tajikistan

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Sebagai negara yang kecil di Asia tengah, Tajakistan merupakan negara yang dikelilingi oleh daratan serta pegunungan. Wilayah tajikistan berbatasan langsung dengan Cina, Uzbekistan, Afghanistan dan Kyrgyzstan. Dan negara ini beribukota Dushanbe. Dushanbe menjadi ibu kota negara tajakistan sejak tahun 1929, meskipun tidak ada perkembangan besar di kota tersebut sampai tiga puluh tahun terakhir. Bahkan hingga sekarang, Dushanbe lebih mirip sebuah desa pegunungan dibandingkan ibu kota, dengan mayoritas bangunan yang jarang mencapai lebih dari tiga lantai. Di bawah kekuasaan Uni Soviet, Tajikistan memang menjadi salah satu negara bagian yang miskin dan kurang berkembang. Namun meski begitu, Kota Dushanbe tetap istimewa karena menawarkan suasana nyaman, bersih dan tenang. Di kota kecil ini juga tidak nampak gurat-gurat penderitaan dan kemiskinan.  Tidak ada bangunan-bangunan rusak atau tembok bolong-bolong karena terjangan peluru. Tidak ada pengemis yang ada hanya taman hijau,  air mancur yang menyegarkan dan orang-orang yang sibuk menikmati kebab dan bir. Nah, untuk memuaskan rasa ingin tahu Anda tentang kota ini, yuk kita simak tempat di Kota Dushanbe, kota yang begitu istimewa ini. Kota Perdamaian yang Memiliki Arti Nama ‘Kota Hari Senin’ Seperti kota-kota lain di dunia, nama Kota Dushanbe sendiri juga memiliki arti. Dushanbe, dalam bahasa Persia memiliki arti  Senin. Dinamai demikian karena sekitar seratus tahun lalu kota ini masih berupa desa mungil yang kerap mengadakan pasar mingguan pada setiap hari Senin. Sehingga kota ini pun terkenal  sebagai pasar hari Senin. Yang menarik, ketika Anda memasuki kota ini ialah Anda akan menyaksikan semua pahlawan bangsa dari raja hingga pujangga diabadikan dalam bentuk patung yang tersebar di mana-mana. Yang paling besar tentunya patung Ismail Somoni. Patung yang memiliki tinggi 11 meter ini berdiri gagah membawa tongkat matahari serta dinaungi tudung raksasa dan mahkota dari emas. Patung ini dibangun untuk memperingati 1.100 tahun berdirinya Dinasti Samani. [caption id="attachment_245815" align="aligncenter" width="735"] Patung Ismail Somoni di Kota Dushanbe (web)[/caption] Suasana Dushanbe juga kini masih sangat lekat dengan masa lalunya sebagai bagian dari kejayaan Uni Soviet. Jika dilihat dari arsitekturnya, gedung-gedung di kota ini nyaris berbentuk sama, yaitu balok kotak-kotak berwarna jingga. Sebuah keseragaman yang dibawa oleh Uni Soviet untuk mengharmonikan detak jantung dan denyut nadi orang-orang pegunungan dengan para pemimpin merah di Moskwa. Kota itu sendiri memang terkenal sangat hijau dengan taman dan danau yang indah, serta arsitektur yang menarik. Maka tak heran jika pada tahun 2004 berdasarkan keputusan UNESCO, Dushanbe dinyatakan sebagai kota perdamaian. Pusat Industri dan Kebudayaan Tajikistan Selain menawarkan kenyamanan dan ketenangan, Kota Dushanbe juga merupakan pusatnya industri Tajikistan. Negeri pecahan Uni Soviet ini memang dikenal sebagai daerah pertanian yang subur dan juga kaya akan hasil tambang. Tak hanya itu,  dunia juga mengenal Dushanbe  sebagai pusat tekstil kapas dan sutra terkemuka. Mesin tekstil, pakaian, barang-barang kulit, hingga bahan makanan, juga banyak diproduksi di kota ini. [caption id="attachment_245818" align="aligncenter" width="735"] Tekstik Kota Dushanbe (web)[/caption] Selain menjadi pusat industri, Kota Dushanbe juga telah menjadi pusat pendidikan, penelitian dan kebudayaan Tajikistan. Dalam upaya mencerdaskan bangsanya serta membangun negeri dari keterpurukan, maka akademi pusat ilmu pengetahuan Tajikistan di bangun di kota ini. Dushanbe juga memiliki puluhan lembaga penelitian, universitas, museum dan perpustakaan. Memecahkan Rekor untuk Tiang Bendera Tertinggi Melihat tiang bendera di Istana Merdeka Jakarta rasanya sudah tinggi ya. Namun itu belum apa-apa dibandingkan yang dimiliki oleh Kota Dushanbe. Kota ini punya tiang bendera setinggi 165 meter dan dianggap sebagai yang tertinggi di dunia. [caption id="attachment_245814" align="aligncenter" width="735"] Bendera Tertinggi di Kota Dushanbe (web)[/caption] Ya, tiang bendera yang menjulang ratusan meter ke langit itu telah menjadi kebanggaan Kota Dushanbe, sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Tiang bendera tersebut berada di depan istana negara Tajikistan. Pertama kali digunakan saat pengibaran bendera pada bulan mei 2011 silam. Para wisatawan yang datang ke istana negara, bisa memotret tiang bendera tertinggi di dunia tersebut dan menyaksikan bendera Tajikistan yang berwarna merah, putih dan hijau berkibar gagah di atasnya. Museum Nasional Barang Antik Tajikistan Jika Anda ingin menghabiskan waktu liburan di Kota Dushanbe, maka tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi ialah Museum Nasional barang antik Tajikistan.  Museum ini bukanlah museum yang paling mempesona di dunia, tetapi jika Anda berkunjung ke museum ini maka Anda akan dimanjakan oleh beberapa artifak kuno  yang menarik. Diantara koleksi-koleksi artifak kuno yang dipamerkan, koleksi paling populer dan paling berharga yang dimiliki museum ini ialah patung buddha raksasa. Patung Buddha dalam posisi tidur ini memiliki panjang 31 meter dengan berat 5,5 ton. [caption id="attachment_245829" align="aligncenter" width="735"] Patung buddha raksasa di Museum Deshanbe (web)[/caption] Selain menjadi patung terbesar di Asia tengah, patung ini juga dinobatkan sebagai salah satu monumen Buddha terbesar dan paling kuno di dunia. Tak hanya itu, patung tersebut  juga diduga menjadi satu-satunya patung buddha dalam posisi tidur yang ada di dunia. Wah, cukup mengesankan bukan. Gurminj Museum of Musical Instruments Selain museum barang antik, kota ini juga memiliki museum yang selalu dikunjungi oleh para penyuka musik, khususnya musik tradisional.  Ya, Gurminj Museum of Musical Instruments yang terletak di pusat Kota Dushanbe ini menyimpan ragam alat musik tradisional dari seluruh Asia. Sebanyak 100 koleksi  alat musik tradisional dipamerkan yang sebagian besar mewakili tradisi musik Pamiri dan Badakhshani. Koleksinya didominasi oleh alat musik petik seperti tar, rubab, pamiri rubab, tanbur, dutor, setor, qashqar dan ghizhak. Museum ini juga menyimpan koleksi alat pukul tradisional seperti tabl, daf dan doyra.  Beberapa alat musik yang dipamerkan bahkan ada yang telah berusia ratusan tahun loh. [caption id="attachment_245830" align="aligncenter" width="735"] Gurminj Museum of Musical Instruments (web)[/caption] Tak hanya alat musik saja yang dipamerkan, museum ini juga mengajak para pengunjungnya untuk ikut berpatisipasi pada festival budaya dan gelaran event musik tradisional Tajikistan. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA