Penanganan Korban Kekerasan Seksual Harus Ada Perjanjian Tertulis

Penanganan korban kekerasan seksual anak di bawah umur harus dilakukan dengan perjanjian tertulis, selain juga pembinaan, dan pemulangan ke orangtua. caption id attachment 138877 align aligncenter width 735 Ketua P2TP2A Jawa Barat Netty Prasety

Penanganan Korban Kekerasan Seksual Harus Ada Perjanjian Tertulis

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Penanganan korban kekerasan seksual anak di bawah umur harus dilakukan dengan perjanjian tertulis, selain juga pembinaan, dan pemulangan ke orangtua. [caption id="attachment_138877" align="aligncenter" width="735"] Ketua P2TP2A Jawa Barat Netty Prasetyani Heryawan saat memberikan sambutan dalam sebuah acara[/caption] Demikian diungkapakn Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat Netty Prasetyani Heryawan, di Bandung, Selasa (30/6/2015). Dia mencontohkan korban kekerasan seksual yang ditemukan Polrestabes Bandung dua bulan ke belakang. Selain titangani Dinsos, P2TP2A pun ikut menganganinya, terlebih anak di bawah umur jadi korban. "Penyusunan BAP nya selesai, tindak lanjutnya ada di Polrestabes, di P2TP2A pembinaannya sudah selesai," kata Netty. Tidak hanya itu, dalam pembinaan korban pun harus dikawal ketat sebelum akhirnya dipulangkan ke orangtuanya. (Adi/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA