Optimalisasi Penanganan Human Traficking, P2TP2A Gandeng Polrestabes Bandung

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat, Netty Heryawan berharap penanganan korban prostitusi dan human traficking agar lebih optimal terlaksana. Sinkronisasi dengan penegak hukum pun perlu lebih diintensifkan

Optimalisasi Penanganan Human Traficking, P2TP2A Gandeng Polrestabes Bandung

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat, Netty Heryawan berharap penanganan korban prostitusi dan human traficking agar lebih optimal terlaksana. Sinkronisasi dengan penegak hukum pun perlu lebih diintensifkan, salah satunya dengan Polrestabes Bandung. "Karena ada banyak masyarakat yang berdomisili di Bandung jadi korban prostitusi, human traficking dan Pornografi," ujar Netty saat wawancara di Mapolrestabes Jalan Jawa Bandung, Senin (29/6/2015). Menurutnya, meskipun pembinaan terhadap korban kekerasan menjadi prioritas P2TP2A, dengan kebijakan sosial ekonomi yang disepakati, perlu sinergitas dengan aparat kepolisian. "Perlu sinkronisasi, karena kebijakan P2TP2A adalah sosial ekonomi. Sementara di Polrestabes merupakan penegakan hukumnya. Maka perlu disepakati terkait beberapa hal," terangnya. Pada proses pembinaan tersebut, lanjutnya, tidak jauh berbeda dengan proses hukum lainnya. untuk itu, penyelarasan prosedur pelaksanaan untuk menangani kasus kekerasan dinilai perlu. "Seperti perpanjangan masa pembinaan advokasi, penyusunan BAP, persiapan kepulangan korban ke daerah asal. Itu kan perlu sinkronisasi," tegasnya. Harapan tersebut pun disambut langsung Kapolrestabes Kombes Pol Angesta Romanol Yoyol. (Adi Suparman/ang)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA