Marak Souvenir Satwa Langka, Lindungi Populasi Hewan Berarti Melindungi Populasi Manusia!

Perburuan satwa langka di Indonesia dari waktu ke waktu jumlahnya makin tak terbendung. Belum lama ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat berhasil mengamankan berbagai barang pajangan dan souvenir yang terbuat dari bagian bagian tubuh satwa

Marak Souvenir Satwa Langka, Lindungi Populasi Hewan Berarti Melindungi Populasi Manusia!

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Perburuan satwa langka di Indonesia dari waktu ke waktu jumlahnya makin tak terbendung. Belum lama ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat berhasil mengamankan berbagai barang pajangan dan souvenir yang terbuat dari bagian–bagian tubuh satwa yang dilindungi. Laporan tersebut berawal dari adanya surat yang disampaikan oleh Center Of Orang Utan Protection (COP) dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN). "Biasanya yang mengoleksi bagian-bagian tubuh itu, masyarakat yang mempunyai kepercayaan tertentu. Coba aja browsing, banyak dari mereka yang percaya benda-benda tersebut bisa menimbulkan aura pribadi, meningkatkan kepercayaan diri, dsb. Dan kalau yang mengoleksi secara utuh biasanya lebih karena gengsi", papar Dewan Penasehat Pro Fauna/LSM Pemerhati Hewan Internasional (PHI), Doktor Herlina Agustin kepada PRFM, Minggu (2/08/15). Agustin pun menjelaskan, pasar dengan barang pajangan dari satwa liar yang ada di Indonesia sendiri banyak tersebar di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur. Bahkan, para pelaku di pasar ini banyak mengambil barang dari wilayah Sumatera. Dalam falsafah hukum, orang yang menyimpan atau sekedar dititipin pun dianggap sebagai bagian dari kelompok yang melakukan. Begitu juga sama dengan halnya masalah perdagangan hewan langka ini karena termasuk dari criminal wild life. "Terkait masalah ini, masih banyak yang perlu ditelusuri oleh kami. Namun karena jumlah SDM dari BKSDA yang kurang jumlah dan didukung oleh masyarakat kita yang kurang peduli terhadap masalah khususnya yang berkaitan dengan satwa, akhirnya pergerakan kami bisa dibilang masih sedikit. Ini yang menjadi tanggung jawab dari Non-Government Organization (NGO) dan teman-teman dari aktivis lingkungan untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa melindungi satwa itu adalah salah satu bagian terpenting dalam melindungi umat manusia", pungkasnya. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA