Mantan Personel "Noah" Kunjungi Kampung Inggris di Pangandaran

Reza mantan drumer grup Noah datang ke Dusun Sidahurip, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Sabtu malam (21 05 2016) lalu. Namun kedatangannya bukan untuk jumpa fans atau kepentingan lainnya, kedatangannya justru untuk berdakwah se

Mantan Personel

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com: Reza mantan drumer grup Noah datang ke Dusun Sidahurip, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Sabtu malam (21/05/2016) lalu. Namun kedatangannya bukan untuk jumpa fans atau kepentingan lainnya, kedatangannya justru untuk berdakwah sebagai seorang muslim yang diwajibkan untuk selalu menularkan nilai-nilai keislaman. Jauh dari gambaran saat ia masih menjadi personil Band Noah, dengan style-nya yang nyentrik khas anak band, dengan fans yang memujanya, serta manggung di mana-mana dengan bayaran mahal. Musisi justru memutuskan untuk hengkang dari grup band Noah. Baginya bukan perkara mudah karena dari sanalah dia dikenal banyak orang, belum lagi kecintaannya terhadap dunia musik, itu semakin menjadikan pelik saat harus memilih. Menurut Reza, bagi manusia hidayah itu mahal, untuk mendapatkannya perlu usaha yang sungguh-sungguh dan terus menerus. "Itu urusan Allah kalau Dia inginkan terjadi maka terjadi lah, tidak ada yang sulit bagi Allah, lanjutnya sembari terus memberikan motivasi kepada anak-anak serta masyarakat Kampung Sidahurip untuk terus belajar sampai tua nantinya, karena terus belajar adalah wajib terutama belajar agama," jelasnya. Reza menambahkan, dengan belajar maka manusia akan berilmu dan memiliki iman. Dengan ilmu dan iman maka manusia akan terhindar dari kebodohan dan kerugian. Kedatangannya ke kampung tersebut saat ini tengah terselenggara program 'Kampung Inggris' atas kerjasama Komuninas Pelaku Wisata Pangandaran (KPWP) Kelompok Pemberdayaan Masyarakat SARUA (KPM SARUA). Yayan Blues (Ketua KPWP) sapaan akrabnya, penggagas program Kampung Bahasa Inggris tersebut, yang saat ini bersama KPM-SARUA merealisasikan program tersebut. Program Kampung Bahasa (Inggris) yang kental dengan nuansa da’wah diharap bisa menjadi bekal untuk sebuah generasi. Dengan pembekalan komunikasi berbahasa Inggris serta pengetahuan agama (Islam) mereka diharapkan dapat mengembangkan dirinya hingga taraf internasional. "SDM yang baik dan seimbang akan memberikan dampak baik (berkah) bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan masyarakat," kata Yayan Menurut Yayan, ikut berpastisipasi dalam sebuah proses pendidikan adalah bagian dari upaya untuk menyeimbangkan SDM (IQ, SQ, dan EQ) melalui pendidikan non-formal. (Iwan Mulyadi/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA