Mahasiswa GMBI Tuntut Normalisasi Situ Bagendit Ditutup

Puluhan massa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), menggeruduk Gedung DPRD Garut, mereka meminta agar Dewan segera menutup proyek normalisasi Situ Bagendit yang dilakukan PT Banyuresmi Arta, karena dianggap tida

Mahasiswa GMBI Tuntut Normalisasi Situ Bagendit Ditutup

GARUT, FOKUSJabar.com: Puluhan massa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), menggeruduk Gedung DPRD Garut, mereka meminta agar Dewan segera menutup proyek normalisasi Situ Bagendit yang dilakukan PT Banyuresmi Arta, karena dianggap tidak memiliki izin, Selasa (24/5/2016). Korlap Aksi Mahasiswa GMBI, Usep U. Nawawi menyebutkan, penelitian yang dilakukan pihak pengembang yaitu PT Banyuresmi Arta, telah menyalahi aturan dan Undang- undang Pertambangan. "Izin kegiatan usaha pertambangan tidaklah dengan hanya berbekal surat rekomemdasi, harus ada Undang- undang yang dipakai," ujarnya, Selasa (24/5/2016). Usep juga menegaskan, pihaknya melihat Undang- undang Pertambangan yang diatur oleh UU No.4 tahun 2009, UU No.32 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, PP No.23 tahun 2009 tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batu bara. Sementara yang dilakukan PT Banyuresmi Arta tidak termaktub dalam Undang- undang tersebut. "Penelitian pun termasuk ke dalam kegiatan pertambangan, jadi perizinan harus ditempuh," tegasnya. Masih menurut Usep, dirinya meminta pihak DPRD agar hentikan proyek normalisasi Situ Bagendit yang cacat hukum. DPRD Garut sebagai perwakilan rakyat harus mengevaluasi kinerja Bupati Garut yang tidak taat azas. "Usut tuntas semua pihak yang terlibat dalam dalam proyek normalisasi ini karena melanggar perundang- undangan," pungkasnya. (Deni Rinjani/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA