Konsumsi Ikan Rendah, IQ WNI "Kalah" dari Laos dan Kamboja

Tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia baru mencapai 35 kilpgram per kapita. Angka itu masih rendah dan menjadi penyebab rendahnya Iq warga di Tanah Air ketimbang negara Asia Tenggara lainnya. Demikian diungkapkan Sekretaris Direktorat Jenderal Peng

Konsumsi Ikan Rendah, IQ WNI

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia baru mencapai 35 kilpgram per kapita. Angka itu masih rendah dan menjadi penyebab rendahnya Iq warga di Tanah Air ketimbang negara Asia Tenggara lainnya. Demikian diungkapkan Sekretaris Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Sadullah Muhdi saat menghadiri pengukuhan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Jabar d i Gedung Sate Bandung, Selasa (30/6/2015). " Iq rata-rata warga Indonesia masih di bawah rata-rata negara Asean, seperti Laos dan Kamboja," kata Muhdi. Selain tingkat kecerdasan, rendahnya konsumsi ikan pun terlihat dari rata-rata tinggi badan masyarakat Indonesia yang tidak tinggi. Pihaknya pun terus berupaya meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap ikan. Terlebih ketersediaan ikan tidak menjadi faktor rendahnya konsumsi ikan. Apalagi produksi ikan nasional cukup bagus dan ketersediaannya cukup banyak. Sebagai contoh, kata dia, pemerintah sudah mengatur penangkapan ikan yang hanya dibolehkan untuk pengusaha Indonesia saja. Asing hanya boleh masuk di sektor perikanan di industri. Artinya, nanti ke depan jaminan ketersediaan ikan itu akan makin banyak. "Persediaan banyak dan ditujukan untuk konsumsi kita dulu, dan mencukupi kita dulu," kata Muhdi. Tidak hanya itu, pihaknya pun tengah mengembangkan sistem logistik ikan nasional (SLIN) yang diatur dalam Undang-undang Kelautan 32. Selama ini kelemahan ada pada mismatch antara sistem produksi dengan sistem industri dan pasar. (LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA