Hanya Hoax DPRD Garut Akan Menutup Proyek Normalisasi Situ Bagendit

Komisi B DPRD Garut dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membatalkan penutupan proyek normalisasi Situ Bagendit, Rabu (25 5 2016). Padahal sehari sebelumnya, sudah menyatakan akan menutup proyek tersebut. Sekretaris Komisi B DPRD Garut, Deden Sofy

Hanya Hoax DPRD Garut Akan Menutup Proyek Normalisasi Situ Bagendit

GARUT, FOKUSJabar.com: Komisi B DPRD Garut dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membatalkan penutupan proyek normalisasi Situ Bagendit, Rabu (25/5/2016). Padahal sehari sebelumnya, sudah menyatakan akan menutup proyek tersebut. Sekretaris Komisi B DPRD Garut, Deden Sofyan menyebut, kepentingan datang ke lokasi proyek normalisasi untuk sidak menyusul adanya laporan dari berbagai elemen masyarakat, bahwa proyek yang dilaksanakan PT Banyuresmi Artha tidak memiliki izin. " Katanya, hanya memiliki surat instruksi dari Bupati Garut. Namun, untuk penutupan kami akan melakukan rapat bersama unsur pimpinan Dewan," ujar Deden, Rabu (25/5/2016) pada wartawan. Direktur PT Banyuresmi Artha, Deden Wahyudin mengaku, jika proyek normalisasi Situ Bagendit belum memiliki izin resmi. Namun kata dia, pihaknya akan segera melengkapi dokumen perizinan sesuai arahan DPRD Garut. " Ya proses perizinan akan kita tempuh sesuai dengan prosedur," ucapnya. Pelaksanaan proyek normalisasi Situ Bagendit dilaksanakan, setelah adanya instruksi dari Bupati Garut, Rudy Gunawan. Sejak awal pengerjaan dokumen perizinan memang tidak ditempuh karena kegiatan normalisasi hanya sebatas untuk menganalisa apakah di Situ Bagendit terdapat kandungan bahan tambang. " Untuk kegiatan ini, PT Banyuresmi Artha sudah mengahabiskan anggaran mencapai miliaran rupiah, walapun belum diketahui apakah ada bahan tambangnya," kata Deden. Informasi yang terhimpun FOKUSJabar.com dari beberapa sumber, Dinas Sumberdaya Air dan Pertambangan (SDAP) Kabupaten Garut telah melakukan analisa dan disebutkan jika Situ Bagendit memiliki kandungan bahan tambang, yakni jenis pasir yang diperkirakan mencapai 2,6 juta kubik pasir. (Tasdik/Bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA