GMBI Kecewa Satpol Tidak Berani Tutup PT Banyuresmi Artha

LBH Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) melalui Syam Yosep menyayangkan pihak Satpol PP Kabupaten Garut yang tidak berani menutup kegiatan normalisasi Situ Bagendit yang dilakukan PT Banyuresmi Artha. Menurutnya, hasil kesepakatan antara pihak pen

GMBI Kecewa Satpol Tidak Berani Tutup PT Banyuresmi Artha

GARUT, FOKUSJabar.com: LBH Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) melalui Syam Yosep menyayangkan pihak Satpol PP Kabupaten Garut yang tidak berani menutup kegiatan normalisasi Situ Bagendit yang dilakukan PT Banyuresmi Artha. Menurutnya, hasil kesepakatan antara pihak pengembang, DPRD Kabupaten Garut dan Dinas terkait. PT Banyuresmi Artha telah melanggar aturan yaitu melakukan proyek normalisasi Situ Bagendit belum memiliki izin dari pemerintah daerah setempat. "Kami telah melakukan kesepakatan padaRabu (25/5/2016), bahwa plang proyek harus dicabut dan perijinan harus ditempuh oleh pihak pengembang, tetapi kenyataannya hingga saat ini plang proyek belum dicabut," ujarnya, Jumat (27/5/2016). Syam juga menegaskan, PT Banyuresmi Artha telah melanggar PP 24/2010 tentang pelaksanaan kegiatan usaha minerba. "Kalau ada yang melanggar PP, berarti Satpol PP harus menindak tegas kelalaian yang dibuat pengembang," tegasnya. Syam juga menambahkan, dirinya berharap agar Pemkab dengan Satpol PP-nya berani menindak tegas pengusaha yang belum memiliki izin. "Saya akan terus mendorong Dewan agar berupaya ke Pemkab untuk melakukan penutupan kegiatan yang dilakukan PT Banyuresmi Artha," pungkasnya. (Deni Rinjani/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA