Fenomena Calon Tunggal di Jawa Barat, Ini Alasannya

Pengamat Politik Universitas Padjadjaran, Firman Manan mengatakan fenomena calon tunggal di Jawa Barat yang terjadi pada saat Pilkada serentak tahun 2015 ini disebabkan beberapa alasan. Diantaranya adalah waktu pemilihan yang relatif singkat dan adanya p

Fenomena Calon Tunggal di Jawa Barat, Ini Alasannya

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pengamat Politik Universitas Padjadjaran, Firman Manan mengatakan fenomena calon tunggal di Jawa Barat yang terjadi pada saat Pilkada serentak tahun 2015 ini disebabkan beberapa alasan. Diantaranya adalah waktu pemilihan yang relatif singkat dan adanya petahana yang kembali maju dalam Pilkada. "Biasanya kalau waktu pemilihan hanya satu putaran akan banyak calon yang merasa  peluang menangnya kecil akan bergabung dengan mereka yang memiliki peluang yang besar. Sehingga jika ada petahana yang turut ikut, biasanya nanti akan mengerucut menjadi dua calon dan tahun ini malah menjadi satu calon," papar Firman saat diwawancarai PRFM, Minggu, (2/8/2015). Persoalan lain, lanjut Firman, Pilkada kali ini waktunya relatif singkat. Bahkan beberapa peraturan ada yang baru dibuat beberapa waktu terakhir ini. Selain itu, konflik yang terjadi di internal partai pun diduga menjadi salah satu penyebabnya. Partai Golkar dan PPP yang sedang berkonflik diduga terhambat dalam pengajuan calon sebab kedua kubu mengajukan rekomendasi calon yang berbeda. "Alasan yang tak kalah penting adalah tentang beberapa partai yang menentukan biaya politik yang tinggi untuk maju menjadi dalam Pilkada. Sehingga banyak calon yang lebih memilih untuk maju sebagai calon independen dibandingkan maju menjadi calon perwakilan partai," katanya. Sementara, keengganan partai dalam memajukan calon alternatif bisa juga menjadi alasan, kebanyakan partai lebih memilih untuk menjadi pragmatis dan memilih petahana. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA