Membuat Gila dan Perkasa, Ganja Sintetis K2 Juga Berakibat Kematian

Yayasan Obat Australia (ADF) telah mengeluarkan peringatan akan bahaya penggunaan Ganja Sintetis K2. Obat yang memiliki efek gila sementara dan perkasa itu jika dikonsumsi akan berakibat pada kematian. Ganja sintetis diproduksi dengan bahan kimia buata

Membuat Gila dan Perkasa, Ganja Sintetis K2 Juga Berakibat Kematian

FOKUSJabar.com: Yayasan Obat Australia (ADF) telah mengeluarkan peringatan akan bahaya penggunaan Ganja Sintetis K2. Obat yang memiliki efek gila sementara dan perkasa itu jika dikonsumsi akan berakibat pada kematian. "Ganja sintetis diproduksi dengan bahan kimia buatan manusia yang diciptakan untuk memberikan efek bahan aktif dalam ganja, seperti delta-9 tetrahydrocannabinol (THC). Para Pengguna obat ini beresiko terkena Stroke dan bahkan kematian sebagai efek samping," tulis pernyataan ADF pada situs resminya, seperti dikutip news.com.au, Rabu (5/8/2015). "Bubuk bahan kimia ini dicampur dengan pelarut, ditambahkan ke dalam bumbu dan dijual dalam kemasan merek berwarna-warni. Narkoba jenis ini paling sering digunakan dengan cara dirokok dan terkadang dibubuhkan kedalam minuman sebagai teh," lanjut pernyataan tersebut. Sebagaimana diketahui, Zat K2 dikatakan dapat membuat penggunanya gila sementara dan memberi mereka kekuatan super. Obat yang telah dijual secara online sejak tahun 2004 itu juga dapat meningkatkan suhu tubuh, sehingga para penggunanya banyak ditemukan dalam keadaan telanjang. [caption id="attachment_151504" align="aligncenter" width="735"] Membuat Gila dan Perkasa, Ganja Sintetis K2 Juga Berakibat Kematian (web)[/caption] Efek menakutkan dari pengguna ganja sintetis K2 tidak hanya menjadi masalah di kota New York. Efek mengerikan yang serupa dari pengguna K2 juga kerap terjadi dalam beberapa kasus di Australia. Polisi di Australia melaporkan para pengguna ganja sintetis K2 disana bahkan dapat berjalan melalui jendela-jendela kaca dan terkadang menyerang mobil polisi disaat mereka 'tinggi'. Menurut laporan, dua orang di Queensland meninggal pada awal tahun ini setelah menggunakan ganja sintetis. Salah satu dari korban jiwa dilaporkan mabuk dengan melibatkan obat-obatan sintetis yang dirancang untuk meniru efek dari LSD. Sebuah studi pada 2012 menemukan 1,3 persen penduduk Australia telah menggunakan obat tersebut, dimana 70 persen dari mereka adalah pria. Ganja sintetis K2 diketahui banyak dikirim dari China, Inggris dan Amerika Serikat. Paket yang dijual dengan nama 'legal highs' ini bahkan diperjual bebas di toko-toko resmi kaum dewasa seperti toko seks dan tobacoonists, dimana setiap gramnya dijual seharga US$35 atau sekitar Rp472 ribu. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA