Turki targetkan finalisasi IT-CEPA rampung enam bulan

Indonesia dan Turki menargetkan nilai perdagangan mencapai USD10 miliar

Turki targetkan finalisasi IT-CEPA rampung enam bulan

YOGYAKARTA 

Turki dan Indonesia masih terus melakukan perundingan Indonesia-Turkey Comperhensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA).

Waki Menteri Luar Negeri Turki Faruk Kaymakci menyampaikan negaranya menargetkan finalisasi pembahasan IT-CEPA dengan Indonesia dapat rampung dalam enam bulan kedepan.

“Kita berharap finalisasi dari negosiasi ini dapat diselesaikan dan dijalankan secepatnya,” kata Kaymakci kepada Anadolu Agency usai Pertemuan Kementerian Luar Negeri MIKTA ke-14 di Yogyakarta pada Kamis.

Faruk mengatakan Indonesia dan Turki menargetkan nilai perdagangan mencapai USD10 miliar karena kedua negara memiliki potensi perdagangan yang besar.

Kaymakci mengatakan Turki memiliki jaringan perdagangan dengan negara-negara di Uni Eropa dan juga menjadi jembatan bagi negara timur dan barat.

“Kita bisa bekerja sama dengan Indonesia di Asia, Afrika, dan negara-negara lainnya dengan potensi yang besar ini,” terang Kaymakci.

Kaymakci juga menambahkan Turki ingin mendorong kerja sama lebih pada bidang industri pertahanan.

Menurut Kaymakci, Turki telah mengembangkan industri militer yang sangat kuat dari mulai tank, helikopter, hingga kapal selam.

Perundingan IT-CEPA pertama kali digelar pada Januari 2018 untuk meningkatkan hubungan perdagangan kedua negara.

Putaran ketiga perundingan IT-CEPA telah berlangsung pada Januari 2019.

Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Ni Made Ayu Marthini menyampaikan ada enam kelompok kerja yang bertemu dalam perundingan ketiga.

Keenam kelompok kerja itu antara lain membahas berbagai isu terkait perdagangan barang seperti akses pasar dan draf teks; bea cukai dan fasilitas perdagangan (CTF); trade remedies (TR); hambatan teknis perdagangan (TBT), sanitasi dan fitosanitasi (SPS), serta isu legal perjanjian.

Menurut Made, perundingan IT CEPA dilakukan secara inkremental dengan tahap awal di bidang perdagangan barang yang kemudian akan dilanjutkan pada bidang perdagangan jasa, investasi, dan bidang lainnya yang ditentukan kemudian.

Total perdagangan Indonesia-Turki pada tahun 2017 mencapai USD 1,7 miliar dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD 634,9 juta.

Ekspor Indonesia ke Turki tahun 2017 tercatat sebesar USD 1,16 miliar dengan produk ekspor utama Indonesia ke Turki di antaranya karet alam, benang, serat stapel tiruan, benang filamen sintetis, dan minyak kelapa sawit.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA