Presiden Indonesia resmikan jalan tol Solo-Ngawi

Dengan peresmian ini artinya ruas tol Jakarta-Surabaya akan segera rampung akhir tahun ini, ujar Joko Widodo

Presiden Indonesia resmikan jalan tol Solo-Ngawi

JAKARTA 

Presiden RI Joko Widodo meresmikan jalan tol Solo-Ngawi, Kabupaten Sragen pada Rabu.

Joko Widodo mengatakan dengan peresmian ini artinya ruas tol Jakarta-Surabaya yang menjadi bagian dari Trans Jawa akan segera rampung pada akhir tahun ini. 

"Sebentar lagi dari Jakarta sampai Surabaya, di akhir tahun ini insyaallah, sudah sambung semuanya," ujarnya saat memberikan sambutan.

Tol segmen Sragen-Ngawi yang diresmikan Presiden kali ini memiliki panjang 51 kilometer. Tol tersebut menjadi bagian dari jalan tol Solo-Ngawi dengan panjang keseluruhan mencapai 90,43 kilometer.

Presiden yang akrab disapa Jokowi itu meminta kepada para kepala daerah untuk memanfaatkan adanya jalan tol tersebut, agar kawasan-kawasan industri yang ada di daerah dapat terintegrasi. 

"Jangan sampai tol ini hanya berdiri sendiri sebagai jalan tol, semuanya harus diintegrasikan, sehingga manfaatnya betul-betul maksimal. Mobilitas orang dan barang semua bisa melalui jalan tol ini dan bisa berjalan dengan cepat," tutur dia.

Selain itu, Presiden juga mendorong para kepala daerah untuk mengembangkan potensi pariwisata di daerahnya masing-masing.

Terintegrasinya sejumlah ruas jalan tol tersebut akan memangkas waktu yang dibutuhkan calon wisatawan untuk menuju daerah atau lokasi yang ingin dituju.

"Sekarang misalnya yang dari Semarang, nantinya ingin ke Solo yang biasanya bisa 3 atau 3,5 jam sekarang mungkin hanya maksimal 1 jam. Artinya ada peluang wisman dari yang turun di Semarang misalnya bisa juga masuk ke Solo," kata Presiden.

"Wisawatan nusantara yang dari Semarang ingin ke Solo juga akan semakin banyak karena cepat waktu tempuhnya. Ini yang harus mulai dibenahi, jalan-jalan yang masuk ke kabupaten, ke kawasan-kawasan wisata, itu tugasnya daerah," imbuh dia.

Selain berbicara soal pembangunan infrastruktur jalan tol, Presiden Joko Widodo juga mengatakan ingin memaksimalkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar jalan tol.

Hal itu dilakukan salah satunya dengan memanfaatkan rest area jalan tol sebagai tempat masyarakat untuk mengembangkan UMKM.

"Saya juga senang pagi hari ini saya menengok ke kanan ada soto kwali, ada lontong opor, ada pecel lele, ada oseng kikil, ada bebek rica-rica. Menengok ke kiri juga ada soto madura, bakso malang, dan yang lain-lainnya sesuai dengan yang dulu saya sampaikan," ucap dia.

Presiden berharap agar langkah ini juga diikuti oleh pengelola rest area jalan tol lainnya di Indonesia.

"Kita harapkan UMKM kita bisa berkembang, diberikan sebuah area, ada wadahnya, sehingga dampaknya nanti kita lihat, kalau sudah setahun atau dua tahun akan kelihatan. Kita akomodasi keinginan-keinginan dari usaha mikro dan kecil untuk memasarkan produk-produknya yang ada di rest area," tutur dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA