Pertamina beli minyak mentah dari KKKS tahun depan

Dengan membeli minyak mentah dari KKKS. Pertamina tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi sehingga lebih efisien

Pertamina beli minyak mentah dari KKKS tahun depan

JAKARTA

PT Pertamina selaku perusahaan minyak negara mengatakan akan mulai membeli minya mentah dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) awal tahun depan untuk menekan impor migas.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan ada sekitar 225 ribu barel per hari yang berpotensi diekspor oleh KKKS. Kemudian, Kementerian ESDM mengeluarkan peraturan agar Pertamina bisa mendapatkan penawaran pertama untuk membeli minyak tersebut sebelum diekspor.

“Pertamina masih tetap defisit kalau membeli minyak dari KKKS meskipun menggunakan harga pasar,” jelas Nicke dalam Pertamina Energy Forum di Jakarta, Rabu.

Keuntungan bagi Pertamina dengan membeli minyak mentah dari KKKS menurut Nicke, karena tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi bila dibandingkan harus membeli minyak mentah secara impor.

“Kemudian terkait pembayaran walaupun dalam dolar AS, tetapi dolarnya tidak akan ke mana-mana karena masih masuk dalam neraca perdagangan kita,” imbuh Nicke.

Implementasi pembelian minyak mentah dari KKKS menurut dia, akan terealisasi mulai Januari nanti dengan porsi cukup besar. Saat ini Pertamina masih dalam pembahasan dengan 11 KKKS terkait pembelian minyak mentah secara langsung.

Selain Pertamina menekan impor BBM dengan cara tersebut, Nicke menegaskan perusahaan minyak negara tersebut juga menegaskan komitmennya untuk mendukung program B20 yang dapat mengurangi impor minyak hingga 20 persen.

Pertamina menurut dia, juga akan fokus mengembangkan gasifikasi batubara menjadi dimethyl ether (DME) dan synthetic natural gas (SNG) yang diharapkan akan dapat menekan impor LPG karena telah tergantikan oleh DME.

Pertamina telah menjalin kerja sama dengan Bukit Asam dan Air Product and Chemical di Pranap dan Tanjung Enim untuk menggarap gasifikasi tersebut yang akan dimulai pada tahun depan.

“Kita dorong tahun depan seluruh impor minyak mentah ataupun produk dapat ditekan dan berkontribusi positif untuk neraca perdagangan,” tegas Nicke.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA